Sandi Seni Thomas Scheibitz

  • Lukisan berjudul Studio.

    Lukisan berjudul Studio.

  • Instalasi seni yang mengundang pertanyaan.

    Instalasi seni yang mengundang pertanyaan.

  • Pengunjung diajak mengernyitkan dahi untuk menerjemahkan arti dari karya-karya Thomas.

    Pengunjung diajak mengernyitkan dahi untuk menerjemahkan arti dari karya-karya Thomas.

  • Karya berjudul Masterplan Table produksi tahun 2008.

    Karya berjudul Masterplan Table produksi tahun 2008.

  • Karya Things To Come produksi tahun 2008.

    Karya Things To Come produksi tahun 2008.

  • Karya berjudul Große Figur dengan bentuk mirip orang digantung.

    Karya berjudul Große Figur dengan bentuk mirip orang digantung.

Click image to view full size

One-Time Pad adalah nama sebuah metode enkripsi yang lazim dipakai untuk mengirimkan pesan rahasia. Sistem sandi ini selalu menggoda untuk dipecahkan. Tapi, dalam versi idealnya, ia memiliki sistem pertahanan yang mustahil bisa ditembus. Thomas Scheibitz memilih judul One-Time Pad dalam pameran solonya di Baltic Centre for Contemporary Art, Inggris. Dia memakai sistem sandi untuk menggambarkan karakter karya-karyanya, sekaligus menciptakan jembatan komunikasi dengan pengunjung. Sang perupa seolah mengundang publik mencerna kode-kode yang bersemayam dalam aneka lukisan dan pahatannya.

Dalam berkarya, Scheibitz lazim memetik inspirasi dari motif-motif riil yang terdedah dalam film, literatur, musik, iklan, dan arsitektur. Melalui media dua dan tiga dimensi, seniman asal Jerman ini memainkan batas-batas antara sosok figuratif dan abstrak, antara obyek-obyek harian dan wujud konseptual. Walau lukisan dan pahatannya kerap dipenuhi garis dan komposisi yang definitif, selalu ada guratan dan gradasi di permukaannya yang mengidap emosi. Pria kelahiran 1968 ini mendalami seni di Dresden Art Academy, di bawah asuhan Profesor Ralf Kerbach, salah satu figur penting dalam mengasah bakat-bakat hebat di Jerman.

Nama Scheibitz mulai dikenal dunia usai menggelar pameran solo pada 1999 di London, lalu mewakili Jerman dalam Venice Biennale 2005 bersama Tino Sehgal. “Pahatannya menyerupai model arsitektur atau fragmen logo; lukisannya secara samar figuratif,” jelas Roberta Smith dalam ulasannya di The New York Times. Pameran Scheibitz di Baltic menampilkan lebih dari 200 karya yang dibuat dalam lima tahun terakhir, ditambah karya baru pesanan Baltic. Sebagian karya belum pernah dipajang di Inggris.

Selain pameran, ajang yang berlangsung dari 26 Juli hingga 3 November 2013 ini menyuguhkan diskusi antara Scheibitz dengan Isabelle Graw, peneliti seni dan penulis buku High Price: Art Between the Market and Celebrity Culture. Oleh Adrian Searle, kritikus seni The Guardian, One-Time Pad dinobatkan sebagai satu dari tujuh pameran seni terbaik di musim panas 2013.

Pertama kali dipublikasikan di majalah DestinAsian Indonesia edisi September/Oktober 2013 (Exhibition: “Sandi Scheibitz”)



Comments

Related Posts

2001 Views

Book your hotel

Book your flight