2 Restoran Michelin Termurah Sejagat

Mengunjungi, mengetes, dan mengulas dua warung berbintang Michelin di Singapura.

kuliner singapuraSeorang penjual sedang menuangkan kuah ke beberapa mangkuk sekaligus. (Foto: Ore Huiying)

Oleh Yohanes Sandy

Michelin berasosiasi dengan taplakputih, sendok perak, gelas kristal, juga cellar berisi botol-botol tua. Tapi itu dulu. Semenjak Michelin Guides aktif melebarkan sayapnya ke Asia, kita menyaksikan sebuah pergeseran besar. Tanpa atribut kemewahan, sejumlah warung sukses menyabet bintang.

Prestasi itu diraih misalnya oleh Hill Street Tai Hwa Pork Noodle dan Liao Fan Hong Kong Soya Sauce Chicken Rice & Noodle. Pada 2016, kedua hawker Singapura ini diganjar satu  bintang Michelin, dan sukses mempertahankannya hingga 2018. Keduanya dijuluki kedai Michelin dengan masakan termurah sejagat.

Semangkuk bak chor mee di Hill Street Tai Hwa Pork Noodle. (Foto: Ore Huiying)

Hill Street Tai Hwa Pork Noodle dirintis oleh Tang Joon Teo pada 1932 di Hill Street. Sepeninggal Tang, usahanya diteruskan oleh ketiga anaknya. Pada 2005, kedai ini direlokasi ke Crawford Lane, menempati hawker center yang terselip di antara gedung apartemen, tapi namanya tidak direvisi.

Tipikal kedai di pujasera, Tai Hwa berukuran mungil dengan area makan yang agak pengap. Tapi kondisi itu tak menyurutkan animo publik, apalagi setelah kedai ini menyabet bintang. Di jam makan siang, tamu kerap harus mengantre sejam demi mencicipi bak chor mee buatannya yang hadir dalam tiga ukuran dengan harga mulai SGD6.

Baca juga: Lanskap Kuliner Majemuk Singapura50 Tempat Makan Murah di Singapura versi Michelin Guide71 Rekomendasi Tempat Makan di Singapura

Kiri-kanan: Antrean pengunjung yang ingin mencicipi seporsi bak chor mee milik Tai Hwa (Foto: Ore Huiying);
seorang penjual yang berdiri di depan gerai Liao Fan Hong Kong Soya. (Foto: Yohanes Sandy)

Nasib lebih mujur dialami oleh Liao Fan. Tak cuma kian laris, kedai ini mulai berekspansi. Liao Fan beralamat di Smith Street, bagian dari Distrik Pecinan. Hidangan andalannya: nasi ayam saus kecap. Ayamnya direbus, lalu ditempatkan di oven. Eksteriornya renyah, sedangkan dagingnya lembut dengan bumbu bercita rasa manis dan gurih. Setelah meraih bintang, Liao Fan bermitra dengan Hersing Culinary untuk melebarkan sayapnya ke Taipei, Bangkok, dan Melbourne. Dalam wawancara dengan CNBC, Chan Hon Meng, pemiliknya, mengaku berniat menjadikan Liao Fan layaknya “KFC dari Asia.” Mimpi itu masih jauh, tapi setidaknya koki Chan berhasil menjadikan bisnis hawker kian menarik bagi kaum muda Singapura.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Oktober/Desember 2018 (“Bintang Jalanan”).

Comments