Restoran Baru Chef Degan di Jakarta

  • Presentasi makanan apik namun tak pretensius.

    Presentasi makanan apik namun tak pretensius.

  • Degan hadirkan menu variatif dari Asia hingga Eropa.

    Degan hadirkan menu variatif dari Asia hingga Eropa.

  • Penggunaan jendela raksasa memaksimalkan penetrasi cahaya natural.

    Penggunaan jendela raksasa memaksimalkan penetrasi cahaya natural.

Click image to view full size

Setelah lima tahun bercokol di Bali, juri MasterChef Indonesia ini mencoba peruntungan di Ibu Kota dengan mendirikan Letter D Cuisine & Bar.

Oleh Cristian Rahadiansyah

Menyandang status juri MasterChef Indonesia, Degan tentu menerima banyak sorotan saat membuka restoran. Di Bali, lewat restoran pertamanya yang bernama Café Degan, dia membius banyak pencinta kuliner lewat menu tradisional Indonesia dan Thailand. Untuk debutnya di Jakarta, nominator Best Asian Chef 2012 ini memilih mengusung menu internasional.

Penggunaan jendela raksasa memaksimalkan penetrasi cahaya natural.

Desain
Stella Prawiropermono, sang arsitek, berusaha memastikan desain Letter D sejalan dengan variasi menunya. Interior restoran dijejali banyak sentuhan eklektik, mulai dari karpet bernuansa Timur Tengah hingga ornamen vintage semacam mesin ketik kuno. Dekorasi yang paling unik dan menonjol adalah botol-botol minyak zaitun yang dibariskan di dinding.

Seperti kafe-kafe populer di Jakarta, tempat ini memberi efek “melihat dan dilihat” melalui penggunaan banyak jendela kaca berukuran besar. Banyaknya cahaya natural juga menjadikan restoran ini cukup Instagram-friendly bagi penggemar fotografi makanan. Letter D bermukim di kawasan Kebayoran Baru, persisnya di sebelah Labschool. Restoran yang dibuka pada awal Januari 2015 ini menempati gedung dua lantai yang dulu dihuni restoran Society.

Degan hadirkan menu variatif dari Asia hingga Eropa.

Makanan
Membuka buku menu Letter D seperti membaca portofolio Degan. Kita bisa menemukan menu-menu yang pernah dimasaknya selama berkiprah di dunia dapur selama 31 tahun. Sang koki memulai karirnya sebagai staf magang di Hotel Zur Pfalz, Jerman, kemudian pindah ke sejumlah hotel bergengsi semacam Grand Hyatt Bali, Atlantis Bahamas, serta Banyan Tree Bangkok.

Letter D mengandalkan autentisitas rasa. Tiap masakan dibuat dengan bumbu dan teknik orisinal. Semua bumbunya bahkan diracik sendiri di dapur. Degan ingin cita rasa tiap menu—baik lokal maupun asing—sesuai dengan aslinya. Sang koki menyebut filosofi ini “kembali ke akar.” Pendekatan inilah yang membuat masakan Letter D cukup berani dalam hal rasa.

Untuk Letter D., Degan menyiapkan sekitar 50 menu, umpamanya avocado prawn (udang bakar, avokad, dan telur puyuh); khao yum (selada, ketumbar, cabai, sari jeruk purut, taburan nasi merah dan kuning); serta osso buco (kaki sapi muda, peterseli, dan polenta). Beberapa menu dikemas cukup progresif, contohnya salmon lodeh, yakni potongan salmon di atas sayur lodeh dengan kuah berbentuk gelembung. Menu ini dibuat Degan pertama kali di Black Forest, Jerman, saat melakukan promosi kuliner Nusantara.

Presentasi makanan apik namun tak pretensius.

Minuman
Berbeda dari Café Degan yang lebih fokus pada makanan, Letter D cukup serius mengonsep daftar minuman. Selain koktail dan sangria, restoran berkapasitas 150 tamu ini mengoleksi sejumlah bir impor yang relatif langka di Jakarta, salah satunya Hitachino Nest Beer asal Jepang. Tempat ideal untuk menikmatinya adalah teras atau bar di lantai dua.

Daya tarik lainnya tersaji di lantai dasar berupa coffee bar yang meracik kopi-kopi asli Indonesia. Biji-bijinya dipasok oleh Tanamera Coffee, kafe beken yang diawaki Muhammad Aga, juara Kompetisi Barista Indonesia 2013 untuk wilayah Jakarta.

Letter D Cuisine & Bar, Jl. Ahmad Dahlan No.16, Jakarta Selatan; 021/7278-6111; letter-d.co; buka setiap hari, 11:00-23:00.

Foto: Evan Praditya.

Share this Article


Comments

Related Posts

7385 Views

Book your hotel

Book your flight