Repertoar Jilid Dua

  • Salah satu sudut kota tua Padang, Pondok. Dahulu di sini adalah lokasi Sekolah Menengah Seni Rupa.

    Salah satu sudut kota tua Padang, Pondok. Dahulu di sini adalah lokasi Sekolah Menengah Seni Rupa.

  • Pelang nama Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Padang. Di sekolah ini beberapa perupa ternama Sumatera Barat lahir.

    Pelang nama Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Padang. Di sekolah ini beberapa perupa ternama Sumatera Barat lahir.

  • Amrianis, salah satu pelukis andal yang dilahirkan oleh Sekolah Menengah Seni Rupa Padang.

    Amrianis, salah satu pelukis andal yang dilahirkan oleh Sekolah Menengah Seni Rupa Padang.

  • Herisman Tojes, seorang alumnus SMSR dan sekarang mengajar di SMSR.

    Herisman Tojes, seorang alumnus SMSR dan sekarang mengajar di SMSR.

  • Warna-warni bahan seni.

    Warna-warni bahan seni.

  • Aktivitas di workshop seni lukis SMSR.

    Aktivitas di workshop seni lukis SMSR.

  • Salah satu lukisan hasil karya Amrianis.

    Salah satu lukisan hasil karya Amrianis.

  • Sebagian karya seni yang dipajang pada acara Sumatera Binnale di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang.

    Sebagian karya seni yang dipajang pada acara Sumatera Binnale di Taman Budaya Sumatera Barat, Padang.

  • Dalam Dimensi, karya Irwandi (Pentagona dan pendiri Komunitas Belanak) yang diikutsertakan dalam Sumatera Binnale.

    Dalam Dimensi, karya Irwandi (Pentagona dan pendiri Komunitas Belanak) yang diikutsertakan dalam Sumatera Binnale.

  • Konduktor karya Muhammad Ridwan dari Komunitas Belanak.

    Konduktor karya Muhammad Ridwan dari Komunitas Belanak.

  • Suasana di salah satu gerai kopi di Padang. Tempat berkumpulnya anak muda.

    Suasana di salah satu gerai kopi di Padang. Tempat berkumpulnya anak muda.

  • Kedai kopi yang juga memamerkan karya para perupa.

    Kedai kopi yang juga memamerkan karya para perupa.

  • Suasana pameran foto di Bukittinggi yang diselenggarakan bersamaan dengan HUT Kota Bukittinggi.

    Suasana pameran foto di Bukittinggi yang diselenggarakan bersamaan dengan HUT Kota Bukittinggi.

Click image to view full size

Bermodalkan karya-karya progresif, generasi baru perupa Sumatera Barat mengambil alih tongkat estafet yang ditinggalkan kelompok Mooi Indie.

Oleh Erinaldi

Hawa panas menyergap kota kecil yang hiruk-pikuk di pesisir barat Sumatera. Derap sepatu kuda penarik bendi sesekali terdengar. Di kompleks Pasar Raya, pusat perbelanjaan tradisional belum tergantikan oleh pasar modern di sebelahnya. Kioskiosnya didirikan dari kayu sisa operasi tanggap darurat bencana 2009.

Ruang terbuka Imam Bonjol bak radiator pendingin bagi tubuh-tubuh yang gerah. Di bawah naungan dedaunan, saya menatap mesin crane yang menyusun lantai-lantai gedung. Kota Padang telah kembali ke siklus normal, empat tahun setelah tanahnya bergoyang 7,6 skala Richter. Satu perubahan drastis adalah dipindahkannya titik nol kilometer ke dataran tinggi, sekitar 15 kilometer dari bibir Samudra India, jauh berbeda dari cetak biru warisan Belanda yang menguatkan daerah pantai sebagai pusat kota.

Sebuah area di tepian samudra biru diramaikan kaum muda. Warga setempat menyebutnya Taplau, akronim dari tapi lauik atau tepi laut. Gairah seni memberi nyawa pada kawasan ini. Bangunan megah beratap gonjong menjulang di lahan seluas satu hektare. Kompleks ini bernama Taman Budaya, pusat kebudayaan yang dikelola pemerintah. Sejumlah fasilitas berkesenian tersedia: galeri, gedung pertunjukan, panggung serbaguna, serta pasar seni yang menjadi ruang transaksi bagi perupa Minang. Di pengujung 2012 hingga awal 2013, Galeri Taman Budaya menjadi saksi diluncurkannya bienial pertama di luar Jawa dan Bali: Sumatera Biennale 2012.

Ajang yang digelar di galeri pelat merah itu bagaikan puncak es dari gejolak masif di dunia seni nasional dalam beberapa tahun terakhir: pertumbuhan progresif perupa asal Sumatera. Awalnya bersinar melalui guratan-guratan menawan grup Mooi Indie, Swarnadwipa kini rajin memproduksi aneka karya kontemporer dari figur-figur muda, mulai dari Rudi Mantofani hingga Yusra Martunus. Kreativitas mereka berhasil membius banyak galeri dan kolektor internasional Sumatera Barat berada di jantung perkembangan impresif itu. Bermodalkan catatan gemilang para senimannya, provinsi ini mulai menembus galaksi seni elite yang dihuni Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Selama tiga hari, saya menemui para perupa yang berjuang memelihara momentum positif tersebut.



Comments

Related Posts

8061 Views

Book your hotel

Book your flight