Regulasi Kembang Api Tanpa Suara di Italia

Suara ledakan kembang api yang kencang dapat menyebabkan fobia bagi hewan peliharaan. (Foto: Free Images/Darren Danks)

Pertunjukan kembang api memang indah. Percikan cahaya yang melebur di langit dapat memberikan sensasi tersendiri bagi penonton. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pergelaran ini tampaknya kian banyak menuai protes. Selain dapat menyebabkan kebakaran, suara ledakan kembang api terbukti dapat membahayakan kesehatan hewan peliharaan dan burung-burung. Pada perayaan pergantian tahun 2010 silam di Beebe, Arkansas, Amerika Serikat, sebanyak lima ribu burung berjatuhan dari langit saat mendengar letusan kembang api.

Setelah Burj Khalifa di Dubai mulai menghentikan atraksi kembang api saat malam perayaan tahun baru, dan menggantinya dengan pertunjukan lampu laser, kini giliran Italia—tepatnya di kota Collecchio yang bakal menerapkan regulasi kembang api tanpa suara. Menyikapi aturan tersebut, perusahaan kembang api Setti Fireworks bakal meracik kembang api yang minim bunyi ledakan tanpa mengurangi kemeriahan pendaran cahaya.

Untuk kembang api jenis baru itu, Setti Fireworks mengurangi daya ledaknya. Namun masalahnya, dengan daya ledak rendah, hasil kembang apinya tak akan semenarik kembang api konvensional. Untuk menyiasatinya, mereka mengganti bahan yang biasa digunakan untuk menciptakan warna kembang api dengan metal salts, seperti kalsium klorida, strontium karbonat dan sebagainya yang mempunyai efek penuh warna lebih meriah.

Wacana ini bukan baru saja diajukan oleh pemkot Collecchio. Peraturan untuk mengganti kembang api berdaya ledak rendah tersebut sudah disetujui sejak 2015.

Sebenarnya, bunyi kembang api tidak hanya berpengaruh pada hewan saja, namun juga dapat memberikan dampak buruk bagi anak-anak, karena pendengaran mereka masih sensitif terhadap bunyi yang keras.

Comments