Petualangan Spiritual di Kelimutu
1

Tiga danau vulkanis, tiga warna air, tiga wadah astral bagi bersemayamnya roh-roh manusia. Gunung Kelimutu mengundang kita untuk melakoni petualangan spiritual di atap Flores.

Oleh Fatris MF
Foto oleh Muhammad Fadli

Di jantung Pulau Flores, pada ketinggian 1.690 meter di atas permukaan laut, tiga danau berlainan warna menganga menghadap langit dan menantang awan. Ketiganya dikelilingi kampung-kampung kecil penuh kabut yang dihuni “malaikat-malaikat’” ramah pemulia tamu. Tiga danau yang disucikan penduduknya. Danau Kelimutu berjarak 50 kilometer lebih dari Kota Ende, tempat Soekarno mencetuskan Bhinneka Tunggal Ika. Konon, ketika dibuang penjajah ke kota kecil ini, Soekarno pernah termenung di bawah pohon sukun sembari merumuskan semboyan yang tepat untuk sebuah entitas politik yang kelak akan lahir. Negara mengenangnya dalam wujud patung batu setinggi empat meter yang dipahat dengan dimensi kurang proporsional di taman kota; sang bapak bangsa seolah mengidap penyakit kaki gajah.

Flores sedang menikmati musim hujan. Hutan-hutan di pulau ini bagai kanvas hijau yang mahaluas. Saya datang usai menempuh perjalanan selama 30 jam dari Labuan Bajo; berlayar melintasi Pulau Rinca dan Pulau Komodo yang dipenuhi kawanan naga purba. Saya menyusuri jalan berliku yang dibingkai jurang-jurang terjal, serta melewati kaki gunung api yang jumlahnya kelewat banyak untuk pulau seluas 14.300 kilometer persegi. Setidaknya, ada 11 vulkan yang terdeteksi. Beberapa masih aktif, contohnya Egon, Kelimutu, Poco Ranakah, Lewotobi, dan Iya. Di waktu malam, mereka menerangi langit dengan cahaya merah dari pucuknya.

Flores bagaikan mata berlian dalam jaringan cincin api Nusantara. Topografi alamnya yang beragam—dataran tinggi, danau, juga hutan beserta burung-burung penghuninya—direpresentasikan dalam berbagai corak tenun yang begitu memikat di pasar-pasar tradisional. Dalam bahasa Portugis, “Flores” berarti bunga. Kini, Flores sedang berbenah untuk menggaet lebih banyak turis. Banyak ruas jalan antar-kabupaten hampir mulus. Hotel dan resor ramai berdiri. Pulau ini juga tercantum dalam 15 destinasi yang diprioritaskan pemerintah dalam program Destination Management Organization (DMO). Modalnya bukan cuma alam yang menawan, tapi juga masyarakat yang sangat ramah.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus
  • Pinterest





Related Post

Latest Post

Comments