Pesta di Ketinggian 2.000 Meter

Tahun ini, Bromo Marathon tampil lebih semarak dan memikat berkat kehadiran pertunjukan musik dan budaya.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Oleh Aditya Wisnu Yaniarso

Bromo Marathon dicetuskan pada 2013 bukan sebagai lomba lari semata, tapi juga medium untuk mempromosikan kawasan wisata Bromo. Tahun ini, agenda tersebut mendapatkan suntikan energi segar berkat kehadiran Plataran Xtravaganza, ajang meriah yang mengangkat kekayaan budaya lokal.

Plataran Xtravaganza bergulir dari 22-23 September 2018, bagian dari Bromo Marathon yang berlangsung pada 23 September. Pergelaran yang dipersembahkan oleh Resor Plataran Bromo ini dipusatkan di Putri Dewi Amphitheatre yang bertengger di ketinggian lebih dari 2.000 meter di daerah Tosari, Pasuruan.

Baca juga: Checking In: Plataran BromoPerjalanan Menaklukkan Bromo

Pada hari pertama, Plataran Xtravaganza menyuguhkan pertunjukan tari khas lokal seperti Tari Remo, Tari Kuda Lumping, dan Tari Ujung. Setelahnya tampil pentas gamelan khas Suku Tengger, kemudian atraksi Ketipung dan Baleganjur. Di antara tiap pementasan itu, pengunjung diundang untuk mencicipi aneka kuliner lokal.

Selain acara seni budaya, Plataran Xtravaganza memiliki sejumlah program kreatif, misalnya kontes jip dan pameran kriya. Magnet lain ajang ini ialah penampilan penyanyi asal Surakarta Sruti Respati dan grup musik Andra and the Backbone.

Comments