Pesona Pulau Indah di Utara Jerman

Terpesona indahnya pulau Sylt.

Kaum punakawan dan selebriti Jerman telah lama menghargai pesona Sylt, pulau terpencil di Laut Utara, rumah bagi pantai-pantai menawan, dan wadah untuk bersenang-senang. Berita baiknya, semua keindahannya terawat.

Oleh Joe Yogerst

Dihadang angin Laut Utara yang menampar-nampar tubuh, saya mulai mempertanyakan perbuatan saya: mencopot pakaian, lalu dengan tubuh bugil menceburkan diri ke ombak dingin Buhne 16. Langit cerah menaungi bumi, tapi suhu udara sepertinya berada di bawah 10 derajat dan angin berembus deras.

Buhne 16, nude beach tertua di Jerman, tersohor berkat lanskapnya yang melingkari pulau mungil Sylt. Semua pantai di Sylt (dilafalkan “zoolt”) sebenarnya bisa dikunjungi dengan atau tanpa bertelanjang tubuh, dan pantai yang saya kunjungi hari ini adalah yang paling terkenal. “Jika kamu ingin bertelanjang di pantai, silakan,” ujar seorang warga lokal, Sylke Marie Nielse. “Kami menganut mentalitas Skandinavia di sini: bebaskan diri.”

Di musim panas, Buhne 16 akan dibanjiri pantat tanpa celana. Tapi saya datang di musim semi, saat temperatur terlalu menusuk bagi siapa pun untuk mencemplungkan diri. Namun tidak berarti pantai ini steril dari pengunjung. Ada banyak orang berjalan kaki di lahan pasir yang landai dan lebar, serta menyeruput wine riesling di La Grande Plage, kafe trendi yang ramai sepanjang tahun. Sekilas, Sylt bagaikan Hamptons versi Jerman.

Patung-patung menarik yang berserakan di tengah kota.

Selama hampir seabad, kombinasi alam dan karakter rural Sylt telah memikat selebriti Jerman, termasuk pujangga Thomas Mann, aktris Marlene Dietrich, legenda tenis Boris Becker, bintang sepak bola Günter Netzer, serta supermodel Claudia Schiffer. Kaum termasyhur bebas berbagi pulau ini dengan para punakawan. Haram hukumnya memuja mereka secara berlebihan. Ada aturan tidak tertulis yang mewajibkan setiap orang untuk tidak mengusik siapa pun, termasuk golongan tersohor. Sebait ungkapan lokal menjelaskan dengan sempurna norma tersebut: “semua orang terlihat sama tanpa busana.”

Sylt adalah bagian dari Frisian, kepulauan yang memeluk Laut Utara dan membentang dari utara Belanda hingga selatan Denmark. Pulau berbentuk huruf T ini berjarak sekitar tiga jam dengan kereta dari Hamburg, melalui jalan sempit yang terkoneksi ke daratan utama Jerman. Sylt adalah destinasi wisata yang tersembunyi, hingga akhirnya pada 1970-an tempat ini berubah menjadi semacam Ibiza versi Jerman. “Sylt terkenal sebagai wadah pesta pantai yang dihujani sampanye dan narkotik,” kenang Vera Müller, staf pemasaran biro pariwisata setempat. Dan setelah kebijakan pakaian diperlonggar, tampil bugil menjadi tradisinya.



Comments

Related Posts

6465 Views

Book your hotel

Book your flight