Pesona di Tepi Barat

Di belahan timur Australia, tiga kota bersaing menjadi destinasi yang terbaik. Tapi di sisi barat, Perth berpendar tanpa pesaing. Di bawah naungan matahari yang bersinar 3.000 jam per tahun, tempat-tempat atraktif menanti untuk dinikmati.
Oleh Prabowo

Pasar Fremantle tampak dari depan. Jalanannya teduh.

Dibandingkan dua kota besar lainnya di Australia seperti Sydney atau Melbourne, Perth lebih jarang dilirik sebagai destinasi liburan. Padahal secara topografis, kota terbesar keempat di Australia ini cukup menyenangkan untuk disinggahi. Letaknya yang menghadap Samudra Hindia membuat Perth dianugerahi beberapa pantai menawan. Ibu kota negara bagian Australia Barat ini juga dilalui oleh Swan River yang bisa dijelajah dengan menggunakan cruise.

Menelusuri pusat kota Perth cukup mudah. Anda bisa menggunakan bus gratis yang tersedia di CATS (Central Area Transport Service) di distrik pusat bisnis Perth. Bus berlogo kucing ini mempunyai rute khusus dengan jadwal kedatangan setiap lima hingga sepuluh menit sekali. Ada tiga rute yang melayani kota ini dan dibagi menjadi tiga kategori warna yakni red, blue dan yellow. Red CAT memiliki trayek Queens Garden di sisi timur kota ke Outram Street di West Perth, blue CAT beroperasi dari Barrack Street Jetty ke Northbridge (utara ke selatan), dan yang terakhir adalah yellow CAT dengan trayek East Perth menuju West Perth.

Hari pertama di Perth saya memulai petualangan di kota ini dengan brunch di sebuah gerai kopi di daerah South Perth yang bernama Atomic Coffee (19-21 Mends St., South Perth; 61-8/9368-0990). Akses menuju kafe dengan tenda berwarna kuning ini cukup mudah. Dari kawasan pusat bisnis Anda bisa berjalan kaki menuju Bell Tower Pier dan dilanjutkan dengan kapal feri menuju South Perth Jetty dengan durasi hanya lima menit. Dari dermaga, Anda cukup berjalan 500 meter ke arah Mends Street tempat kafe itu berada. Eksterior dan interiornya yang berwarna kuning mencolok membuat tempat ini gampang dikenali.

Seorang pelayan di Atomic Coffee sedang melayani pelanggan.

Bagi pencinta sarapan ala Western, tempat ini adalah surganya. Kopi racikan barista andal, serta pilihan menu sarapan yang beragam membuat Atomic Coffee cukup ramai di jam sarapan. Tak perlu menunggu lama, segelas double mocha dan Flourless Choco Almond Cake yang saya pesan sudah datang di meja saya. Tak salah saya memilih penganan tersebut. Pasalnya, rasa cokelat kacang dari kue berpadu dengan sempurna di mulut dengan cita rasa kopi yang saya pesan. Saya juga memesan sepiring sarapan yang terdiri dari roti, selada, bacon. Rasanya tidak begitu spesial, namun lumayan dapat memberikan energi bagi tubuh saya.

Berbagai macam sajian pencuci mulut di La Gallette de France.

Beberapa meter dari tempat saya sarapan, terdapat juga gerai kopi yang tak kalah terkenal bernama La Galette de France (19-21 Mends St., South Perth; 61-8/9368- 0990; lagalettedefrance.com.au). Sesuai namanya, kafe kecil ini menawarkan sentuhan Prancis. Spesialisasinya adalah patisserie dan crêperie, namun mereka juga menyediakan makanan bercita rasa asin seperti quiche dan roti isi. Biasanya, para pengunjung membeli roti-roti bikinan La Galette—yang dimasak segar tiap hari—sebagai persediaan di rumah ataupun sebagai bekal piknik di taman dekat South Perth Jetty yang jamak dilakukan penduduk lokal. Dari sini, mereka bisa menikmati pemandangan kota Perth dari kejauhan.



Comments

Related Posts

5809 Views

Book your hotel

Book your flight