Perjuangan Penari Balet Kosovo

  • Nora Gashi, penari dari Balet Kosovo yang memasang riasan sendiri sebelum pentas.

    Nora Gashi, penari dari Balet Kosovo yang memasang riasan sendiri sebelum pentas.

  • Penampilan Balet Nasional Kosovo membawakan Where the Light Falls karya Antonio Pio Fini di Teater Nasional Kosovo.

    Penampilan Balet Nasional Kosovo membawakan Where the Light Falls karya Antonio Pio Fini di Teater Nasional Kosovo.

  • Sesi latihan dua penari andalan Balet Nasional Kosovo, Fsinik Smani dan Behie Murtezi.

    Sesi latihan dua penari andalan Balet Nasional Kosovo, Fsinik Smani dan Behie Murtezi.

  • Bibit-bibit muda Balet Nasional Kosovo.

    Bibit-bibit muda Balet Nasional Kosovo.

  • Seorang balerina sedang melatih posenya.

    Seorang balerina sedang melatih posenya.

  • Selain wanita, Balet Nasional Kosovo juga melatih penari pria.

    Selain wanita, Balet Nasional Kosovo juga melatih penari pria.

  • Seorang penari sedang beristirahat di antara sesi latihan.

    Seorang penari sedang beristirahat di antara sesi latihan.

  • Seorang penari melakukan peregangan sebelum mulai latihan.

    Seorang penari melakukan peregangan sebelum mulai latihan.

  • Seorang penari wanita melakukan lompatan bagian dari latihan di studio.

    Seorang penari wanita melakukan lompatan bagian dari latihan di studio.

  • Menjelang pertunjukan, jam latihan diperpanjang.

    Menjelang pertunjukan, jam latihan diperpanjang.

  • Ahmet Brahimaj, salah satu anggota dari generasi pertama Balet Nasional Kosovo dari tahun 1970-an.

    Ahmet Brahimaj, salah satu anggota dari generasi pertama Balet Nasional Kosovo dari tahun 1970-an.

Click image to view full size

Di tengah kondisi memprihatinkan, Balet Nasional Kosovo konsisten berpentas, meski tanpa iringan orkestra. Para penarinya sempat dibungkam karena dianggap menyuarakan pesan politik.

Oleh Muhammad Fadli

Menjelang pertunjukan, jam latihan diperpanjang.

Namanya Jeta Musolli, satu dari sekitar dua lusin penari yang memadati ruang bawah tanah Teater Nasional Kosovo di Pristina. Ototnya meregang dan wajahnya basah oleh keringat. Siang ini, dengan mata terpejam, dia mulai bergerak gemulai mengikuti irama musik orkestra yang mengalun lamat-lamat dari pengeras suara di sudut ruangan. Jeta melompat beberapa kali, lalu menutup gerakannya dengan menatap tajam ke sebuah cermin.

Seperti hari-hari yang lain, Jeta dan rekan-rekannya berlatih selama satu setengah jam, memantapkan setiap gerakan yang sebetulnya telah mereka hafal di luar kepala. Tapi, hari ini, wajah mereka memancarkan kekhawatiran. Tiga hari lagi, para penari ini akan mementaskan Where the Light Falls karya koreografer Antonio Pio Fini. Dengan jumlah pementasan lebih dari 50 kali dalam setahun, kira-kira satu kali per minggu, manusia-manusia dedikatif ini hanya punya waktu singkat untuk berlatih, juga untuk hidup.

Bagi mereka, balet bukan sekadar hobi, apalagi kegiatan iseng pengisi waktu senggang. Balet adalah roh hidup. Lebih dari dua dekade lampau, konflik separatis yang mewabah di wilayah Balkan pasca-wafatnya Josip Broz Tito, disusul runtuhnya Yugoslavia, menjadikan balet aktivitas yang sarat risiko. Di Serbia, pemerintah mengambil berbagai langkah kontroversial untuk membungkam ide-ide politik yang kerap disuarakan lewat gerakan tubuh penari. Polisi disiagakan di ruang pementasan. Kelompok balet ditempatkan di bawah kendali negara. Dan semua itu hanyalah awalan dari kebijakan pembungkaman yang lebih jauh: pada 1991, Balet Nasional Kosovo resmi dinyatakan terlarang.

Balet Nasional Kosovo kini telah berusia lebih dari empat dekade sejak kelahirannya pada 1972. Mimpi buruk dari rezim represif telah usai. Kosovo telah bercerai dari Serbia pada 2008. Namun kondisinya tak berarti lebih baik. Segudang tantangan dan pekerjaan rumah masih tersisa. “Kami masih butuh banyak keajaiban,” ujar Sinan Kajtazi, alumni angkatan perdana usai Balet Nasional Kosovo direhabilitasi pada 1999.



Comments

Related Posts

5090 Views

Book your hotel

Book your flight