Panduan Wisata di Pulau Jawa

Tujuh pakar merekomendasikan tempat-tempat wisata paling atraktif di tujuh kota besar di Pulau Jawa: Solo, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, Jakarta, Bandung.

Curug Cimahi di Bandung Barat. (Foto oleh: Fransisca Angela)

Wawancara oleh Cristian Rahadiansyah dan Yohanes Sandy

Bandung
Direkomendasikan oleh Pashatama, penulis lepas untuk situs TripCanvas Indonesia, memiliki minat besar di dunia kuliner dan gemar mencicipi tempat-tempat makan baru, terutama yang terletak di Kota Bandung dan sekitarnya. Wanita yang kerap disapa Shasya ini juga mengasuh blog kuliner Surga Makan (surgamakan.com).

Curug Cimahi. Air terjun ini berlokasi di Bandung Barat, sekitar 19 kilometer arah utara Kota Bandung. Panoramanya menakjubkan. Alam di sekitarnya terawat asri. Menyaksikan Curug Cimahi juga kian menyenangkan berkat kehadiran dek yang bertengger di atas air terjun. “Yang menantang adalah 562 anak tangga yang harus didaki untuk menjangkau Curug Cimahi,” ujar Shasya. “Jika beruntung, Anda bisa melihat pelangi yang melengkung indah di atas air terjun ini. Oleh karena itu, air terjun ini juga dikenal dengan sebutan Curug Pelangi.”

Café D’ Pakar. Café D’ Pakar bercokol di kawasan kongko yang populer di Bandung, persisnya di tepi jalan menuju objek wisata Tebing Keraton. “Ini tempat yang ideal untuk menikmati pemandangan khas dataran tinggi Bandung lengkap dengan pohon-pohon pinusnya yang menjulang tinggi,” ujar Shasya. Tapi Café D’ Pakar sebenarnya tak cuma menawarkan pemandangan. Menurut Shasya, kafe ini juga meracik menu-menu yang menggugah selera, sebut saja nasi pedas bakar atau soto Bandung. “Untuk camilan, silakan coba cireng atau singkong goreng, lalu nikmati di area duduk outdoor.”

Resor berkonsep glamping.

Trizara. Bertengger di dataran tinggi Lembang, sekitar satu jam di utara Kota Bandung, resor berkonsep glamping dengan sentuhan India ini menawarkan wadah relaksasi yang dibalut udara sejuk. Tapi bukan cuma itu alasan Shasya menyukainya. Trizara juga menyajikan beragam aktivitas outdoor yang menarik, mulai dari yoga, panahan, atraksi high ropes, serta sesi barbeku. “Jadi tamu tak perlu keluar lagi dari lokasi resor,” jelas Shasya. Selain Trizara, properti glamping lain yang direkomendasikan Shasya adalah Glamping Lakeside yang bersemayam di kawasan Bandung Selatan. Resor ini menawarkan tenda-tenda yang berbaris di tepi Situ Patenggang.

Stone Garden. Tebing Keraton masih laris didatangi turis, namun jika Anda mencari suaka alam yang lebih sepi, Shasya menyarankan Stone Garden. Lokasinya di Padalarang, sekitar 90 menit berkendara ke arah barat laut Kota Bandung. Tempat yang bertengger di dataran tinggi ini sedang bersinar berkat lanskapnya dan panoramanya yang mengagumkan. Kerap dijuluki Geopark mini, Stone Garden adalah kompleks cadas di perbukitan yang ditaburi bebatuan. “Tempatnya Instagrammable sekali dengan latar kota Bandung di kejauhan,” ujar Shasya. Berkat sosoknya yang fotogenik, Stone Garden kian populer sebagai lokasi foto pranikah.

Peta Park. Merangsang kemunculan ruang publik adalah salah satu kebijakan yang kian populer di kalangan pemimpin daerah di Indonesia, termasuk di Bandung, kota yang dipimpin oleh seorang mantan arsitek terpandang. Bandung kini tengah menikmati kehadiran sejumlah ruang publik yang menawarkan oasis di tengah kepadatan kota, contohnya Taman Lansia dan Taman Film. Satu taman lain yang direkomendasikan Shasya adalah Peta Park. Taman hijau yang terletak di Jalan Peta ini baru diresmikan pada 2016. Selain bersantai dan piknik, Peta Park kerap digunakan warga sebagai lokasi pameran dan bazar. “Karena fasilitasnya yang lumayan lengkap, taman ini juga cocok sebagai tempat bermain bagi anak maupun hewan peliharaan,” tambah Shasya.

Comments