Mesin Pemindai Bagasi Terbaru di Bandara AS

Nantinya penumpang tak perlu lagi mengeluarkan laptop saat tiba di pintu pemeriksaan. (Foto: Kevork Djansezian)

Teknologi di dunia aviasi seolah tak ada habisnya. Demi memudahkan seluruh penumpangnya, beberapa waktu silam Bandara Schiphol merilis teknologi biometrik dan Dubai dengan Smart Tunnel, kini giliran Administrasi Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA) yang tengah mengembangkan sistem untuk memangkas waktu saat pemeriksaan bagasi.

Badan pemerintah yang berpusat di Virginia ini mengimplementasikan sistem pemindai yang memungkinkan penumpang membawa laptop dan cairan melewati mesin deteksi tanpa perlu mengeluarkannya dari tas. Teknologi ini dilakukan guna mempercepat pemeriksaan dan meminimalisir terjadinya antrian penumpang yang terlalu panjang. Cara kerjanya pun mudah. Penumpang tinggal meletakkan barangnya di mesin pemindai X-ray berputar tiga dimensi, yang secara otomatis akan mengambil ratusan gambar per detik. Cara ini dinilai lebih akurat untuk mendeteksi benda-benda mencurigakan—misalnya cairan berbahaya—yang ada di dalam tas atau koper penumpang.

Sampai saat ini, sistem tersebut masih dalam tahap uji coba di tiga bandara yang ada di Amerika Serikat, mulai dari Bandara Internasional Sky Harbor Phoenix, Bandara Internasional Logan, dan Bandara Internasional John F. Kennedy. Selanjutnya, bakal segera dipasang di Bandara Internasional Baltimore-Washington, O’Hare, Cincinnati/Northern Kentucky, William P. Hobby, Indianapolis, Los Angeles, McCarran, Oakland, Philadelphia, San Diego, St. Louis Lambert, dan Washington–Dulles. Hingga akhir tahun, teknologi ini akan disematkan pada 40 bandara di Amerika Serikat. Diharapkan hingga Oktober 2019 mendatang, sistem canggih tersebut bisa dinikmati di seluruh wilayah Amerika Serikat.

Informasi selengkapnya, kunjungi Transportation Security Administration (TSA).

Comments