Menyapa Alam di Galápagos

Salah satu sudut Puerto Ayora, kota dengan populasi terbanyak dan infrastruktur terbaik di Galapagos.

Melihat keajaiban satwanya, mudah dimengerti mengapa Galápagos menggoda hasrat peneliti untuk mempertanyakan sejarah kehidupan—juga makna eksistensi kita.

Oleh Trinity

Teori Evolusi yang disusun Charles Darwin bermula di Galápagos. Pada 1835, Darwin melakukan observasi ilmiah selama lima minggu di Kepulauan Galápagos. Pertanyaan demi pertanyaan menohoknya, terutama tentang bagaimana kehidupan merekah di sana. Seperempat abad kemudian, dia menerbitkan teori kontroversial yang mengupas evolusi makhluk hidup dan menggugat ajaran-ajaran agama.

Galápagos berlokasi di Samudra Pasifik, sekitar 1.000 kilometer sebelah barat Ekuador. Kepulauan yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini terdiri dari 13 pulau besar dan tujuh pulau kecil yang tersebar di lautan yang luasnya nyaris setara Jawa Timur. Pesawat mendarat di Galápagos, tepatnya di Bandara Seymour yang baru direnovasi. Usai membayar bea taman nasional, paspor saya diberi cap khusus Galápagos (seolah kepulauan ini adalah sebuah negara independen) yang menampilkan sosok hiu martil dan penyu.

Pemandangan matahari terbenam di pelabuhan Puerto Arora.

Perjalanan diteruskan dengan bus menuju pelabuhan, disusul feri, lalu bus lagi menyusuri Pulau Santa Cruz ke arah selatan. Bus saya meniti seruas jalan aspal yang dibingkai belantara, hingga akhirnya mendarat di Puerto Ayora—kota dengan populasi terbanyak dan infrastruktur terbaik di Galápagos. Hanya tiga persen wilayah di Galápagos yang terbebas dari zona konservasi. Untuk menjelajahi kepulauan ini, turis diwajibkan membawa pemandu yang berlisensi resmi. Inilah strategi pemerintah Ekuador dalam melestarikan aset natural terbaiknya.

Pantai Snow Beach dengan habitat anjing lautnya.

Agar selaras dengan kawasan di sekitarnya, Puerto Ayora menganut konsep ramah lingkungan. Jalan raya di sini memiliki cuma dua lajur sempit: satu lajur untuk kendaraan bermotor, satu lagi untuk sepeda. Keduanya mendapat porsi yang sama. Kendaraan yang berkeliaran hanyalah taksi. Bentuknya SUV double cabin yang bercat putih. Mewah, tapi tanpa argo. Tujuan mana pun, tarifnya jauh-dekat hanya $1. Taksi lainnya, water taxi, bermarkas di pelabuhan.

Puerto Ayora adalah pusat aktivitas konservasi. Lembaga utamanya adalah Charles Darwin Research Station. Usai melalui gerbang yang dihiasi patung kepala Darwin, saya memasuki Museum Van Straelen yang memuat informasi tentang flora dan fauna Galápagos. Saya baru mengerti mengapa pemeriksaan bagasi di bandara begitu ketat. Petugas hendak memastikan tak satu pun benda organik impor memasuki kepulauan ini, sebab berpotensi merusak ekosistem lokal. Salah satu korbannya adalah spesies iguana darat terbesar di dunia. Pada 1976, puluhan ribu ekor iguana jenis ini berhabitat di Santa Cruz, namun kini jumlahnya tinggal 100 ekor. Pangkal masalahnya, penduduk Galápagos pernah membawa masuk kucing yang kemudian memakan anak iguana, serta babi yang merusak sarang iguana.

Iguana merupakan binatang khas Galapagos.

Charles Darwin Research Station memiliki area pembiakan kura-kura raksasa Galápagos. Bobotnya bisa menembus 400 kilogram dan panjangnya lebih dari 1,8 meter. Ikon tempat ini bernama Lonesome George, kura-kura yang bertahan hidup sampai lebih dari 100 tahun. Ia mangkat tahun lalu. Tapi saudara-saudaranya yang juga bertubuh tambun masih hidup di penangkaran. >>>



Comments

Related Posts

9466 Views

Book your hotel

Book your flight