Mengetes Lumia 1020 di Finlandia

Mengejar mentari terbit di Levi Village. Ketajaman gambar mumpuni meskipun diambil dengan pencahayaan minim.

Lumia 1020 melambungkan mobile photography sebagai cabang yang kian serius.

Oleh Cristian Rahadiansyah

Nokia pernah menjadi ponsel pertama hampir semua orang di Indonesia. Kini, ia hendak menjadi ponsel favorit semua fotografer. Misi itulah yang tampaknya diemban Lumia 1020. Perangkat canggih ini lebih mirip kamera yang dibekali fungsi telepon, ketimbang telepon yang dilengkapi fungsi kamera. Kameranya dipersenjatai sensor 41 megapiksel, enam lensa Zeiss, serta optical image stabilization—kombinasi ampuh untuk menghasilkan gambar yang kaya detail, meski di kondisi minim cahaya.

Kiri-kanan: Berinteraksi dengan penduduk sekitar; piring tradisional Finlandia.

Layaknya kamera SLR , Lumia 1020 menawarkan sistem pengaturan white balance, ISO, shutter speed, dan brightness. Semuanya cukup diterapkan pada layar, tanpa harus menekan banyak tombol layaknya SLR . Tapi daya tarik terbesarnya mungkin fitur dual capture. Inilah yang menjadikan Lumia 1020 spesies yang paling memikat dalam jagat mobile photography. Dari setiap jepretan, smartphone ini memproduksi dua foto (dan dua file) sekaligus. Foto pertama memiliki resolusi 38 megapiksel dengan ukuran file mencapai 13 megabit—sangat mumpuni untuk dicetak dalam ukuran poster. Sementara foto kedua yang beresolusi lima megapiksel bisa langsung disebar di jaringan sosial maya. Foto kedua ini juga bisa dimodifikasi di layar ponsel memakai fitur crop atau filter warna.

“Lumia 1020 bukan cuma mengutamakan kualitas foto, tapi juga menjanjikan proses edit yang menjadi pengalaman baru bagi pengguna,” ujar Juha Werkkala, staf divisi produk dan pemasaran Nokia di Helsinki. “Produk ini memiliki kamera dengan spesifikasi terbaik, bukan hanya dalam portofolio Nokia, tapi juga di antara seluruh telepon genggam di pasar.”

Kiri-kanan: Anjing di depan rumah tradisional; patung Alexander II di Helsinki.

Dalam sesi uji coba selama empat hari di Finlandia, saya menggunakan mode “auto” untuk memotret subyek dalam beragam kondisi cahaya. Untuk foto makro, enam lensa Zeiss pada Lumia 1020 cukup ampuh untuk menangkap detail yang luput dari mata. Sedangkan saat memotret lanskap, lapisan-lapisan warna lembut pada langit dipertegas guna memberi efek dramatis dan kontras.

Lanskap kota Helsinki diabadikan menggunakan Lumia 1020.

Tapi bukan cuma kameranya yang mumpuni. Beberapa aplikasi Lumia 1020 sangat membantu kerja fotografer. Maps misalnya, berfungsi menampilkan peta dan obyek-obyek menarik di sekitar tempat kita berada. Aplikasi lawas “Drive” juga masih tersedia. Layaknya navigator pembalap, Drive memandu pengendara lewat instruksi suara. Aplikasi-aplikasi fungsional itulah yang sebenarnya menjadikan Lumia 1020 ancaman serius bagi kamera saku. Cukup dengan satu gajet, kita bisa memiliki sekaligus buku panduan wisata, navigator berkendara, serta kamera dengan megapiksel yang lebih tinggi dari Sony Nex-7.

Foto diambil menggunakan Lumia 1020 yang dipinjamkan oleh Nokia Indonesia.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Jun 2014 (“Revolusi dari Helsinki”)



Comments

Related Posts

2376 Views

Book your hotel

Book your flight