Mengeksplorasi Sisi Lain Batam

  • Replika gedung kuno di Movie Town Infinite Studios yang jadi lokasi syuting serial Serangoon Road.

    Replika gedung kuno di Movie Town Infinite Studios yang jadi lokasi syuting serial Serangoon Road.

  • Emerald Pool di kawasan Turi Beach Resort yang berada di pinggir pantai.

    Emerald Pool di kawasan Turi Beach Resort yang berada di pinggir pantai.

  • Bermain golf di Tamarin Santana Golf Club, Nongsa Resort.

    Bermain golf di Tamarin Santana Golf Club, Nongsa Resort.

  • Salah satu gazebo di Nongsa Resort.

    Salah satu gazebo di Nongsa Resort.

  • Ruang santai di lantai dua Nongsa Point Marina & Resort yang menghadap ke laut lepas.

    Ruang santai di lantai dua Nongsa Point Marina & Resort yang menghadap ke laut lepas.

  • Salah satu fasilitas di Nongsa Point Marina & Resort adalah terminal untuk kapal-kapal pribadi.

    Salah satu fasilitas di Nongsa Point Marina & Resort adalah terminal untuk kapal-kapal pribadi.

  • Ruang kerja para animator Infinite Studios.

    Ruang kerja para animator Infinite Studios.

  • Seorang pelayan mengantarkan makanan untuk tamu Turi Beach Resort.

    Seorang pelayan mengantarkan makanan untuk tamu Turi Beach Resort.

  • Bermain di pantai di belakang Turi Beach Resort.

    Bermain di pantai di belakang Turi Beach Resort.

  • Seorang turis bersantai di pantai privat Turi Beach Resort.

    Seorang turis bersantai di pantai privat Turi Beach Resort.

  • Kolam renang Aqua Pool Nongsa Resort.

    Kolam renang Aqua Pool Nongsa Resort.

  • Dua orang turis berjemur di pantai Nongsa.

    Dua orang turis berjemur di pantai Nongsa.

  • Salah satu kapal feri yang bersandar di Nongsapura Ferry Terminal.

    Salah satu kapal feri yang bersandar di Nongsapura Ferry Terminal.

  • Menyusuri Nongsa Mangrove dengan menggunakan perahu.

    Menyusuri Nongsa Mangrove dengan menggunakan perahu.

  • Kolam renang Emerald Pool di Turi Beach yang menghadap ke laut.

    Kolam renang Emerald Pool di Turi Beach yang menghadap ke laut.

  • Kompleks pemakaman keluarga Nong Isa di Kampung Pantai Nongsa, Kelurahan Sambau.

    Kompleks pemakaman keluarga Nong Isa di Kampung Pantai Nongsa, Kelurahan Sambau.

  • Pengunjung berdoa di dalam Vihara Budhi Bhakti, Tua Pek Kong Bio.

    Pengunjung berdoa di dalam Vihara Budhi Bhakti, Tua Pek Kong Bio.

Click image to view full size

Peradaban Batam dimulai di Nongsa, tempat perwakilan Kesultanan Lingga bermarkas. Tapi roda zaman telah berputar dan kawasan ini justru tenggelam di bawah bayang-bayang Nagoya yang gemerlap. Melalui aneka resor dan lapangan golf, Nongsa kini hendak meraih kembali kejayaannya, sekaligus memulihkan citra Batam dalam memikat turis—bukan lagi sebagai lokasi transit atau sentra hiburan malam, melainkan destinasi wisata.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Zulkifli

Nongsa bagaikan sebuah antitesis. Tempat ini merombak citra Batam, pulau yang sibuk dan suram.

Minggu pertama Juli, satu pekan pasca-serangan asap dari kebakaran hutan di Sumatera, saya duduk di speedboat bertubuh ramping yang meluncur di sungai berair hijau. Di kedua sisi sungai, hutan bakau membentuk gorden tebal yang menyaring terik matahari. Nakhoda menurunkan kecepatan perahu saat kami mendekati kebun pembibitan bakau, tujuannya agar jejak gelombang baling-baling tidak menenggelamkan tunas-tunas muda. “Kebun bibit ini dikelola oleh Kawasan Pembangunan Nongsa,” ujar staf Turi Beach Resort. “Hutan bakau dirawat untuk mencegah abrasi, juga untuk wisata.”

Salah satu kapal feri yang bersandar di Nongsapura Ferry Terminal.

Hidup selama 10 tahun di kota pabrik Tangerang, saya telah menyaksikan bagaimana sungai beralih fungsi menjadi selokan, dan bagaimana selokan berganti peran menjadi tempat sampah. Nongsa, yang juga berlokasi di sentra industri, menampilkan kondisi yang kontras. Sungai di sini minim sampah dan steril dari aroma limbah kimia.

Kawasan liburan ini tengah bersinar di Batam. Lokasinya di tonjolan pulau sisi timur laut. Dibandingkan area populer semacam Nagoya dan Batam Center, Nongsa sangatlah sepi. Tidak ada mal. Tidak ada panti pijat. Tidak ada keramaian. Jalan-jalannya yang mulus hanya dilewati satu-dua mobil tiap menitnya.

Jarak Nongsa ke pusat kota Batam hanya 30 menit, tapi kedua area ini seperti berada di dua pulau yang berbeda. Area pusat kota lebih terkenal akan pabrik-pabriknya, juga kehidupan malamnya. Sementara Nongsa lebih menyerupai destinasi pelesir semacam Nusa Dua di Bali atau Lagoi di Bintan. Selain hutan bakau, tempat ini memiliki empat resor premium dan sebuah marina yacht. Dari tujuh lapangan golf di Batam, tiga berada di Nongsa.

Perahu saya terus merayap. Panorama laut di belakang punggung telah sepenuhnya menghilang. Sungai menyempit. Hutan bakau kian dekat. Nakhoda menambatkan perahu di sebuah dermaga kayu reyot. Fondasinya miring seperti tak kuat menahan arus. Sepi. Tak ada satu pun manusia. Dua tahun lalu, tempat yang agak horor ini sempat dijadikan lokasi syuting film Dead Mine. Kami berjalan-jalan sejenak, meniti rute setapak yang becek, melihat-melihat beberapa burung yang hidup di ekosistem bakau.

Menyusuri Nongsa Mangrove dengan menggunakan perahu.

Tur sungai sudah rampung. Nakhoda kembali ke Turi Beach, lalu menambatkan perahu di pesisir berpasir putih kecokelatan. Di lereng dekat pantai, rumah-rumah beratap gable khas Melayu bertaburan di lereng. Di hadapannya terdapat sebuah kolam renang luas yang dikelilingi taman. Saya beristirahat di sebuah gazebo beratap jerami. Tak pernah terbayang semua kemewahan ini bisa tersaji di Batam, destinasi yang telah dicoret dari agenda traveling banyak pelancong usai penghapusan biaya fiskal di jalur penerbangan. Nongsa sepertinya berhasil meruntuhkan stigma: kawasan industri ternyata bisa menjadi destinasi wisata.

“Selamat datang di Malaysia.” SMS dari negeri seberang muncul di layar telepon genggam ketika saya berjalan-jalan di lapangan golf Tamarin Santana. Beberapa detik kemudian, muncul SMS tentang paket internet dari SingTel. “Koneksi jaringan sebaiknya disetel manual. Nanti bisa berpindah sendiri ke jaringan Malaysia atau Singapura. Biaya pulsa bakal membengkak,” kata penjaga golf club.

Saya berdiri di persimpangan tiga negara. Singapura berjarak sekitar 25 kilometer, Malaysia 50 kilometer. Dari pesisir utara Nongsa, saat langit terbebas dari asap, kita bisa menyaksikan gedung berbentuk papan setrika di Marina Bay dan bukit-bukit yang menjulang di Johor. Di antara kawasan-kawasan itu, terhampar Selat Singapura, salah satu jalur perdagangan maritim tersibuk di dunia. Tongkang, kapal pesiar, kapal kargo, hingga sampan nelayan, berlalu lalang hampir sepanjang hari. Laut di selat ini lebih padat dibandingkan jalan-jalan di Nongsa. Di malam hari, laut itu terlihat begitu benderang berkat lampu-lampu aneka warna dari kapal-kapal yang berbaris tanpa putus, bagaikan antrean mobil di pintu-pintu tol Jakarta.

Batam adalah pulau yang dihidupi oleh lokasinya—atau lebih tepatnya, oleh tetangganya. Tiga dekade silam, Singapura, negara yang ukurannya hanya 20 persen lebih luas dari Batam, mulai kewalahan menampung mesin-mesin industri. Batam kemudian dilirik sebagai opsi relokasi yang ideal, dan pemerintah kita dengan gembira menangkap peluang tersebut. Batam pun disulap menjadi kawasan industri di bawah manajemen Badan Otorita Batam, kemudian pada 2006 dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus. >>>



Comments

Related Posts

13416 Views

Book your hotel

Book your flight