Melestarikan Bahasa Daerah Bersama BASAbali

Lewat beragam inisiatif, BASAbali bergerilya menjaga kelangsungan bahasa Bali di kalangan muda. Upayanya diakui dunia.

Upaya BASAbali menjaga kelangsungan bahasa Bali di kalangan muda. (Foto: Anggara Mahendra)

Oleh Cristian Rahadiansyah

Waktu tak berpihak bagi banyak bahasa. Sejumlah pakar mengklaim satu bahasa lokal raib per bulannya. Menurut Permanent Forum on Indigenous Issues, 40 persen dari sekitar 6.700 bahasa di dunia dalam kondisi terancam punah.

Arus itulah yang ingin dibendung oleh PBB dengan mencanangkan 2019 sebagai International Year of Indigenous Languages (IYIL). Lewat beragam inisiatif, lembaga dunia ini mempromosikan dan memproteksi bahasa asli, termasuk meningkatkan derajat hidup para pengucapnya.

Tapi PBB bukan satu-satunya lembaga yang bertekad melindungi bahasa. Jauh sebelum IYIL diluncurkan, ikhtiar serupa telah dilancarkan oleh banyak pihak, contohnya BASAbali, salah satu garda bahasa paling terpandang asal Indonesia.

BASAbali beranggotakan puluhan tokoh dan relawan. Selain pakar bahasa dan antropolog, ada fotografer Rio Helmi dan budayawan Agung Rai. Sejak 2011, mereka bergerilya menggarap beragam proyek, termasuk mengembangkan kamus Wiki dan TTS berbahasa Bali. Satu proyeknya yang fenomenal ialah Google berbahasa Bali. Lewat kemitraan dengan sejumlah lembaga, mereka menempatkan bahasa Bali sebagai opsi bahasa pengantar Google.co.id. (Boks “I’m Feeling Lucky” diterjemahkan jadi “Tiang Sedek Aget.”)

Tak cuma lewat internet, BASAbali terjun ke lapangan. Lewat Middle Schools Project, mereka menyebarkan perangkat lunak belajar bahasa di 13 SMP di Denpasar. Proyek itu dipicu fakta kian banyaknya remaja yang tak menguasai bahasa leluhurnya. Alissa J. Stern, motor BASAbali, menceritakan pengalaman stafnya melawat sebuah sekolah di Denpasar. Saat ditanya soal pentingnya berbahasa Bali, segenap siswa merespons “penting,” tapi dalam bahasa Indonesia. Stafnya lalu meminta siswa menjawab dalam bahasa Bali, dan hanya segelintir yang bisa melakukannya.

Baca juga: Belajar Bahasa Via Ponsel; Bali Diet Kantong Plastik

Di tengah Bali yang kian kosmopolit, BASAbali ingin memastikan bahasa lokal, juga sistem pengetahuan yang dikandungnya, terus lestari. Tahun lalu, upaya mereka diakui dunia. BASAbali menjadi organisasi asal Indonesia pertama yang diganjar International Linguapax Award, semacam Oscar di bidang linguistik.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi April/Juni 2019 (“Bicara Bahasa”).

Comments