Wisata Kuliner di Taichung

  • Sebagian anak muda di Taichung berpenampilan unik.

    Sebagian anak muda di Taichung berpenampilan unik.

  • Kuil tua yang berada di tengah kota yang juga menjadi daya tarik wisatawan.

    Kuil tua yang berada di tengah kota yang juga menjadi daya tarik wisatawan.

  • Kehidupan modern mulai menjadi gaya hidup anak-anak muda di Taichung.

    Kehidupan modern mulai menjadi gaya hidup anak-anak muda di Taichung.

  • Pamusaji Xiao Ming, kedai bao paling tersohor di kalangan warga lokal.

    Pamusaji Xiao Ming, kedai bao paling tersohor di kalangan warga lokal.

  • Jalanan kota yang dihiasi bangunan-bangunan dengan pelang nama toko warna-warni.

    Jalanan kota yang dihiasi bangunan-bangunan dengan pelang nama toko warna-warni.

  • Nyaris semua petunjuk di Taichung ditulis dengan menggunakan bahasa Mandarin.

    Nyaris semua petunjuk di Taichung ditulis dengan menggunakan bahasa Mandarin.

  • Biji-biji kopi di Café 13 yang pemiliknya memiliki kecintaan mendalam terhadap kopi.

    Biji-biji kopi di Café 13 yang pemiliknya memiliki kecintaan mendalam terhadap kopi.

  • Instalasi Vertical Surround buatan Sigmasix & Mimetic dalam pameran kontemporer Wonder of Fantasy di Museum of Fine Arts.

    Instalasi Vertical Surround buatan Sigmasix & Mimetic dalam pameran kontemporer Wonder of Fantasy di Museum of Fine Arts.

  • Wajah kota yang mengikuti perkembangan zaman.

    Wajah kota yang mengikuti perkembangan zaman.

  • Pasar malam Feng Chia, wadah idel untuk bertemu warga dan mencicipi camilan lokal.

    Pasar malam Feng Chia, wadah idel untuk bertemu warga dan mencicipi camilan lokal.

  • Mutiara bubble tea. Yang asli dan tanpa pengawet teksturnya lembut serta hanya bertahan tiga jam setelah dibuat.

    Mutiara bubble tea. Yang asli dan tanpa pengawet teksturnya lembut serta hanya bertahan tiga jam setelah dibuat.

  • Bubble tea disinyalir lahir dari tangan pencinta teh di Taichung.

    Bubble tea disinyalir lahir dari tangan pencinta teh di Taichung.

  • Menu lokal di Xiang Tang Ji, restoran keluarga di lereng bukit yang menatap kota.

    Menu lokal di Xiang Tang Ji, restoran keluarga di lereng bukit yang menatap kota.

  • Interior Le Mout dengan gaya khas restoran Prancis yang elegan.

    Interior Le Mout dengan gaya khas restoran Prancis yang elegan.

  • Sajian burung dara dengan liver babi di kreasi Lanshu Chen di Le Mout.

    Sajian burung dara dengan liver babi di kreasi Lanshu Chen di Le Mout.

  • Lenshu Chen, koki wanita yang berhasil memasukkan nama Taichung ke daftar kuliner Asia.

    Lenshu Chen, koki wanita yang berhasil memasukkan nama Taichung ke daftar kuliner Asia.

  • Mural jamak ditemukan di lokasi-lokasi seni di Taichung.

    Mural jamak ditemukan di lokasi-lokasi seni di Taichung.

  • Menikmati sate seafood di Pasar Malam Feng Chia, ikon sekaligus obyek wisata paling terkenal di Taichung.

    Menikmati sate seafood di Pasar Malam Feng Chia, ikon sekaligus obyek wisata paling terkenal di Taichung.

Click image to view full size

Taichung masih berada di bawah bayang-bayang Taipei dan teronggok di luar orbit utama turis. Tapi dari dapur-dapur restorannya, sebuah transisi sedang berlangsung untuk melambungkan pamor kota ini dalam peta kuliner dunia.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Muhammad Fadli

Tamu siang ini: Tobey Maguire. Tapi tak seorang pun menyadarinya. Di lantai dua Le Moût, restoran termewah di Taichung, pemeran manusia laba-laba itu duduk di kursi bermotif flora. Tak ada karpet merah. Tak ada paparazzi. Tobey tampil kasual, cuek, sedikit lusuh. Seorang pelayan yang penasaran menghampirinya. Di kota ini, turis adalah spesies langka, apalagi selebriti internasional. Usai serangkaian pertanyaan, Tobey akhirnya sudi menuturkan jati dirinya. Dia juga mengaku baru menemui Ang Lee yang sedang menggelar syuting Life of Pi di Taichung.

Di atas peta, Taichung tertulis dengan tinta yang samar. Kota terbesar ketiga di Taiwan ini teronggok di tengah negeri, di dasar mangkuk raksasa yang dikepung bukit hijau, di tepi selat yang memisahkannya dari RRC. Bandaranya yang bersahaja cuma dilayani oleh 11 maskapai. Jumlah turisnya per tahun sepertiga pengunjung Pekan Raya Jakarta. Hotel waralaba hanya dua: Holiday Inn dan Evergreen. Kata seorang warga, Shangri-La sebenarnya sudah membeli sebidang lahan di sini, tapi masih menunda konstruksi propertinya dengan alasan “pasar hotel bintang lima belum tumbuh.”

Sajian burung dara dengan liver babi di kreasi Lanshu Chen di Le Mout.

Sudah lama Taichung kerap luput dari sudut mata. Ia tak pernah disambangi Tintin atau tercantum dalam daftar kota populer Instagram. Tak banyak yang mengenalnya, dan Taichung memang tak menawarkan sosok yang mudah dikenal. Satu dekade setelah Taipei mengerek Taipei 101, Taichung masih setia mengandalkan pasar malam sebagai ikonnya.

Adalah Le Moût yang membuat nama Taichung kini bergema. Restoran Prancis ini baru saja menembus daftar prestisius Asia’s 50 Best Restaurants. Sementara kokinya yang fenomenal, Lanshu Chen, dinobatkan sebagai Asia’s Best Female Chef. Banyak orang kemudian bertanya-tanya, bagaimana sebuah restoran di kota penghasil sepeda sanggup menyihir puluhan kritikus makanan—juga aktor kondang asal Amerika.

Hari ini, saya datang dengan pertanyaan yang sama. Seperti Tobey, saya duduk di kursi bermotif flora, di hadapan perangkat makan yang menegaskan standar agung Le Moût: sendok Christofle, piring porselen Bernardaud, lepek Pieter Stockmans. Sommelier muda Thomas Ho datang menuangkan Blanc de Blancs 2008 ke cangkir berbentuk tulip. Buih-buihnya berletusan di tengah udara cerah musim panas yang lembap.

“Sampanye ini memiliki tingkat keasaman yang relatif tinggi,” jelas Thomas. “Cocok sebagai fondasi bagi menu-menu Le Moût.” Piring-piring mulai berdatangan. Le Moût mendemonstrasikan perkawinan harmonis antara rasa yang kompleks dan presentasi yang imajinatif. Sajiannya mengingatkan saya pada Restaurant André di Singapura, namun Le Moût sesungguhnya menawarkan lebih dari sekadar tampilan yang kreatif. Menunya bagaikan jendela gastronomi untuk menyelami bahan-bahan masak lokal. Sekitar 80 persen kebutuhan dapurnya dipasok dari petani setempat. Le Moût bukan cuma menempatkan Taichung dalam peta kuliner internasional, tapi juga menunjukkan kepada dunia kualitas produk pertanian Taiwan. Mungkin ini yang membuat para kritikus kepincut.

Tentang filosofinya dalam memasak, Lanshu Chen memilih istilah “ jong,” artinya “fusi” atau “harmoni.” Memang itulah yang saya rasakan selama dua jam bersantap siang. Dua kreasinya yang paling berkesan adalah oyster & pearl, modifikasi dari menu serupa di French Laundry di mana Lanshu sempat mengabdi; serta daging burung dara dengan liver babi yang meninggalkan sensasi rempah dan creamy yang seimbang di pangkal lidah. >>

Share this Article


Comments

Related Posts

6589 Views

Book your hotel

Book your flight