Lanskap Hijau Margaret River

Dua puluh persen wine premium Australia diproduksi di Margaret River. Tapi wine bukanlah satu-satunya daya tarik kawasan ini.

Satu dari 40 titik selancar di pesisir Margaret River.

Teks oleh Reza Idris
Foto oleh Matthew Lister

Menghadap danau cokelat yang dibingkai pepohonan, Michael Elfwing menuturkan pengalaman terhebatnya: memasak untuk para dewa di dunia dapur. Ada Alex Atala, René Redzepi, juga Heston Blumenthal. “Memikirkan mereka mau makan apa amat membingungkan. Tapi, di benak saya, Swedish meatballs sepertinya menu yang tepat,” kenang Michael. Keputusannya jitu.

Resep klasik pilihannya sukses memuaskan ketiga koki tamu. Momen manis tersebut dialami Michael saat terlibat dalam Margaret River Gourmet Escape, ajang anual yang digelar saban November. Saya menyeruput cappuccino dan Michael melanjutkan kisahnya. Pria Skandinavia ini bekerja sebagai Executive Chef di Cape Lodge, sebuah penginapan di kawasan Margaret River.

Michael hijrah ke sini karena tergoda oleh iklim bersahabat kawasan barat Australia dan lingkungan asri Cape Lodge. “Di sini saya memiliki pasokan bahan-bahan segar yang pas dengan konsep masakan saya,” ungkapnya. Margaret River mungkin masih asing di telinga. Namanya diambil dari nama sungai sepanjang 60 kilometer yang membelahnya. Senantiasa diterjang ombak ganas, pesisirnya sudah lama tersohor di kalangan kaum peselancar.

Aneka jenis bir yang ditawarkan di Eagle Bay Brewing Co.

Tapi, memasuki interiornya, kita bakal menemukan panorama yang sepenuhnya berbeda. Kebun-kebun anggur merekah dan memicu bisnis wine. Cape Lodge adalah salah satu penginapan yang memetik keuntungan dari lanskap tersebut. Hikayat properti ini dimulai dari kompleks 16 hektare yang dihuni rumah dan peternakan. Pada 1993, bangunannya dikonversi jadi penginapan. Lima tahun berselang, anggur ditanam untuk memproduksi shiraz dan sauvignon blanc. Usai serangkaian renovasi, Cape Lodge kini menawarkan 22 kamar, kolam renang, serta lapangan tenis.

Lahan yang lapang juga memungkinkan pengelola membuka kebun buah dan sayur. Michael tak perlu mengucurkan banyak uang untuk mendatangkan bahan masak. Hanya beberapa langkah dari restoran, dia sudah bisa memetik selasih, peterseli, juga avokad. Di restorannya, Michael meracik kuliner Australia dengan sentuhan Nordik. Kini, Cape Lodge masuk daftar World’s Best Winery Hotels versi The Times. Kliennya meliputi selebriti sekaliber Katy Perry dan Gordon Ramsay. Semuanya berkat tanah fertil Margaret River.

Saya berkendara ke sini dari Perth dengan menempuh jarak 270 kilometer. Di balik jendela, lanskap menawan berkelebat: sabana dan perkebunan yang menjulur ke batas cakrawala. Industri pariwisata Margaret River memang berutang banyak pada alam. “Tanah di sini seperti diberkati Tuhan. Dari dulu sudah subur,” kata Conor, sopir sekaligus pemandu saya, yang juga pernah mengelola kebun anggur.

Comments