Kursi Paling Terkontaminasi Bakteri di Pesawat

Siapa sangka kursi pesawat menjadi sarang banyak bakteri? (Foto: Will Fisher/Flickr)
Siapa sangka kursi pesawat menjadi sarang banyak bakteri? (Foto: Will Fisher/Flickr)

  • Siapa sangka kursi pesawat menjadi sarang banyak bakteri? (Foto: Will Fisher/Flickr)

    Siapa sangka kursi pesawat menjadi sarang banyak bakteri? (Foto: Will Fisher/Flickr)

  • Kursi di dekat lorong paling sering bersentuhan dengan penumpang lain. (Foto: Virgin America)

    Kursi di dekat lorong paling sering bersentuhan dengan penumpang lain. (Foto: Virgin America)

Click image to view full size

Meskipun penelitiannya dilakukan di maskapai-maskapai di Amerika Serikat, namun hal ini juga bisa terjadi di maskapai Indonesia dan Asia Pasifik. Dr Charles Gerba, dalam penelitiannya, mengungkapkan kursi pesawat yang berada dekat lorong (aisle) terbukti mengandung banyak bakteri. Hal tersebut merupakan hasil dari penelitiannya yang mengambil sampel dari 20 penerbangan di Negeri Paman Sam. Area yang diambil sampelnya adalah arm-rest kursi, keran, wastafel, nampan, saku di belakang kursi, bagasi di atas tempat duduk, dan pegangan toilet. Profesor ini mengatakan, kursi di dekat lorong paling sering terkena paparan bakteri karena banyak penumpang yang menyentuh permukaannya selama berjalan di dalam pesawat. Selain kursi di dekat lorong, salah satu tempat di dalam pesawat yang memiliki kuman dan bakteri paling banyak adalah toilet. “Tempat ini paling sering dipakai oleh kebanyakan penumpang, namun tak dibersihkan selama perjalanan,” ujarnya.

Selain menghindari kursi di baris terluar dan toilet, Charles juga menyarankan untuk membersihkan meja lipat di bangku sebelum menggunakannya. Pasalnya, berdasarkan penelitiannya, bagian tersebut mengandung bakteri dan virus berbahaya, seperti flu dan MRSA. “Sebab bagian tersebut jarang dibersihkan selama penerbangan maupun ketika transit,” tutur Charles memberikan alasan. Meskipun hasil penelitiannya tampak meresahkan, Charles mengatakan bakteri tak akan bisa menyebar melalui udara di dalam pesawat. Pasalnya, udara di dalam telah mengalami penyaringan di dalam proses sirkulasinya. “Jadi jika ada penumpang yang terkena flu, hanya penumpang yang duduk sebelahnya yang kemungkinan besar tertular,” pungkasnya. Untuk mengatasi serangan bakteri di dalam pesawat, pria ini menyarankan untuk rajin-rajin menggunakan cairan sanitasi serta membersihkan tempat-tempat umum sebelum menggunakannya.

Sumber: Daily Mail.

Share this Article


Comments

Related Posts

2884 Views

Book your hotel

Book your flight