Karakter Baru Karma Beach Bali

  • Menu Mediterania dan Asia kini menjadi pilihan utama bersanding dengan sushi dan sashimi.

    Menu Mediterania dan Asia kini menjadi pilihan utama bersanding dengan sushi dan sashimi.

  • Suasana senja di Karma Beach Bali.

    Suasana senja di Karma Beach Bali.

  • Karma Beach Bali dilihat dari atas.

    Karma Beach Bali dilihat dari atas.

  • Sofa-sofa untuk bersantai menikmati pantai eksklusif.

    Sofa-sofa untuk bersantai menikmati pantai eksklusif.

  • Menu minuman juga baru, namun mereka masih mempertahankan beberapa minuman lama.

    Menu minuman juga baru, namun mereka masih mempertahankan beberapa minuman lama.

  • Karakter Nammos masih dipertahankan dengan hanya sedikit mengubah tampilan fisik.

    Karakter Nammos masih dipertahankan dengan hanya sedikit mengubah tampilan fisik.

Click image to view full size

Oleh Reza Idris
Foto oleh Putu Sayoga

Menu Mediterania dan Asia kini menjadi pilihan utama bersanding dengan sushi dan sashimi.

Masuk harus bayar. Kolam renang tidak ada. Sekilas, Nammos terlihat sulit bersaing dengan beach club lain di Bali. Tapi nyatanya tempat ini selalu berhasil memikat penggemar. Saya coba rangkum beberapa alasannya: pantai yang eksklusif, karakter tamu selektif, musik yang renyah tapi tak bising, serta desain apik yang mengawinkan aura seksi Nikki Beach dan gaya tropis Coccaro Beach Club.

November silam, Nammos tutup usia, tapi kisahnya masih berlanjut. Oleh sang pemilik, Karma Royal Group, namanya diubah menjadi Karma Beach Bali. Keputusan itu merupakan bagian dari agenda Karma untuk menegaskan reputasi barunya sebagai operator beach club internasional. Properti di Bali ditetapkan sebagai flagship, semacam perintis sekaligus rujukan bagi cabang lain yang berbasis di Gili Meno, Fiji, dan Bahamas.

Sejumlah penyegaran diaplikasikan pada sisi tampilan dan menu. Elemen anyar yang paling mencolok adalah sofa yang berbaris di muka pantai, di antara jajaran kursi berjemur yang diayomi payung-payung putih. Penataan apik ini sukses menghasilkan salah satu kompleks bermalas-malasan terluas di selatan Bali. Di luar itu, karakter orisinal Nammos masih dilestarikan. Untuk menjangkau beach club, kita masih menumpang funicular untuk menuruni lereng.

Karakter Nammos masih dipertahankan dengan hanya sedikit mengubah tampilan fisik.

Dalam hal arsitektur, gaya tropis tetap bercokol. Struktur bar didominasi materi natural seperti bambu, kayu, dan rotan. “Kami ingin menyematkan jati diri yang sesuai dengan lokasi beach club,” ujar John Spence, CEO & Chairman Karma Royal Group.

Dapur beach club meracik menu Mediterania dan Asia, ditambah aneka sushi dan sashimi segar. Untuk minuman, andalannya Chakra Signature Cocktail. Semuanya bisa dinikmati seraya mendengarkan musik yang diputar DJ. “Tempat ini,” tambah John, “berstatus beach bar di siang hari dan area santai di malam hari.”

Karma juga kian ramah kepada tamu keluarga. Di sini tersedia kid’s club yang menawarkan jasa babysitting bagi orang tua yang ingin mengambil cuti sejenak dari mengurus anak. “Saya ingin menampilkan sesuatu yang eksklusif, tapi di sisi lain juga bersahabat untuk keluarga,” kata John. Nammos memang sudah tutup usia, tapi penggantinya punya lebih banyak mantra untuk memikat penggemar.

Karma Beach Bali, Jl. Villa Kandara, Ungasan; 0361/848-2202; karmabeach.com.

 Pertama kali diterbitkan di majalah DestinAsian Indonesia edisi Januari/Februari 2014. (“Mantra Karma”)

Share this Article


Comments

Related Posts

2358 Views

Book your hotel

Book your flight