Kampiun Sony World Photography Awards 2016

  • Foto pengungsi Rohingya, mayoritas anak dan wanita, yang mendarat di Aceh pada Mei tahun lalu karya Fauzan Ijazah.

    Foto pengungsi Rohingya, mayoritas anak dan wanita, yang mendarat di Aceh pada Mei tahun lalu karya Fauzan Ijazah.

  • Sam Delaware mengabadikan adiknya, Sarah; Foto ini meraih titel Youth Photographer of the Year.

    Sam Delaware mengabadikan adiknya, Sarah; Foto ini meraih titel Youth Photographer of the Year.

  • Kunang-kunang luciola parluva di hutan bambu karya Kei Nomiyama.

    Kunang-kunang luciola parluva di hutan bambu karya Kei Nomiyama.

Click image to view full size

Ajang kompetisi fotografi ternama Sony World Photography Awards mengumumkan pemenang untuk perhelatannya yang kesembilan. Usai menerima sekitar 230.103 foto yang dikirimkan fotografer dari 186 negara, para dewan juri dari World Photography Association menunjuk fotografer kelahiran Tehran, Asghar Khamseh, sebagai pemenang penghargaan prestisius L’Iris d’Or melalui foto esai bertajuk ‘Fire of Hatred’ yang menampilkan potret para korban kekerasan akibat zat asam. Dari titel Open Photographer of the Year, Kei Nomiyama asal Jepang terpilih sebagai pemenang melalui karyanya ‘Enchanted Bamboo Forest’ yang menggambarkan nuansa hutan bambu yang dipenuhi kunang-kunang spesies luciola parluva.

 Indonesia kembali menempatkan wakilnya di ajang tahun ini. Setelah Michael Theodric memukau di kategori Youth tahun lalu. Kali ini giliran Fauzan Ijazah berhasil mengharumkan nama bangsa dengan menempati posisi runner-up di kelas Professional kategori Art Portraiture lewat esainya ‘Stateless Women’ yang menggambarkan para pengungsi Rohingya, mayoritas wanita dan anak-anak, yang mendarat di Aceh. Sedangkan juara titel Youth Photographer of the Year, diraih Sam Delaware dari Amerika Serikat. Seluruh karya finalis dan pemenang akan dipamerkan di Somerset House, London, dari 22 April-8 Mei 2016.

World Photography Awards merupakan ajang lomba fotografi anual yang digelar sejak 2007 dan disponsori oleh Sony. Total ada empat kelas yang dipertandingkan: Professional, Open, Student serta Youth. Tiap kelas terpecah lagi menjadi beberapa kategori seperti landscape, potret, dan travel. Saban digelar, kompetisi ini juga rutin melibatkan kumpulan para dewan juri yang diseleksi dari World Photographic Academy milik World Photography Association. Perlombaannya bebas biaya dan kerap menjadi ajang unjuk diri dan memupuk reputasi.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Sony World Photography Awards.



Comments

Related Posts

1608 Views

Book your hotel

Book your flight