Jeepney Resmi Pensiun

Angkutan umum yang telah puluhan tahun melintasi jalan Ibu Kota. (Foto: Wikipedia)

Bagi turis yang pernah bertandang ke Filipina—khususnya Manila—tentunya tak asing dengan keberadaan jeepney. Angkot ikonis Manila yang kerap disebut sebagai raja jalanan dan menjadi pesaing yellow cab di New York tersebut telah menjadi simbol budaya transportasi murah di Filipina dalam beberapa dekade terakhir. Dapat membawa lebih dari 20 orang sekaligus, jeepney yang bertarif Rp2.000 ini menjadi satu-satunya pilihan paling terjangkau bagi banyak kalangan. Namun, mengawali 2018, pemerintah Filipina resmi menghapus angkutan legendaris peninggalan Perang Dunia II tersebut guna mengurangi polusi dan meningkatkan keamanan berkendara. Seperti yang diketahui, satu jeepney memuntahkan 40 kilogram CO2 per hari. Sebagai salah satu kota dengan kemacetan terparah di dunia, Manila sedang giat mencari cara mengatasi kadar polusi akut. Pemerintah mengakui bahwa hal ini tidak mudah dilaksanakan karena bakal memengaruhi industri transportasi mikro dan pemilik jeepney. Oleh karena itu mereka akan melakukannya secara bertahap dan membantu pemilik jeepney tua agar bisa membeli mobil yang lebih ramah lingkungan. Pemerintah juga berencana menyediakan moda transportasi yang lebih baik, dengan mesin berstandar emisi Eropa atau mobil listrik yang dilengkapi dengan akses GPS.

Comments