Inisiatif Ramah Lingkungan Jaringan Hotel Dunia

Gerakan #NoStrawMovement yang bakal dimulai pada September mendatang oleh jaringan hotel internasional Hyatt.

Semakin santernya isu pemanasan global membuat manusia kian peduli dengan lingkungan. Mulai dari meluncurkan maskapai ramah lingkungan, mendirikan bandara hijau, hingga membangun penginapan ramah lingkungan. Melihat fenomena tersebut, hampir seluruh hotel di jagat mau tak mau mengembangkan program-program yang mengapresiasi alam dan budaya lokal. Faktor lain yang mendorong hal tersebut adalah adanya kesadaran mengenai dampak buruk pariwisata terhadap suatu destinasi. Selain mengembangkan penginapan yang menggunakan produk daur ulang dan hemat listrik, baru-baru ini, beberapa akomodasi merilis inisiatif-inisiatif yang berorientasi pada lingkungan.

Hyatt Hotels
Peduli dengan gerakan #NoStrawMovement yang sempat heboh di media sosial beberapa waktu silam, jaringan hotel internasional Hyatt resmi mengumumkan rencana mereka untuk menghilangkan penggunaan sedotan plastik sekali pakai di 700 akomodasi mereka yang tersebar di seluruh dunia. Mulai 1 September, pihak hotel hanya akan memberikan sedotan plastik jika ada permintaan dari pengunjung. Selain itu, Hyatt juga menyediakan alternatif sedotan bagi tamu hotel yang menginginkannya. Meskipun langkah tersebut bakal dilakukan secara bertahap, namun dapat dipastikan bahwa program ini bakal berdampak besar untuk mengurangi sampah sedotan plastik. Aturan ramah lingkungan lain yang diterapkan Hyatt adalah mengurangi gas emisi rumah kaca sebanyak 25 persen di semua properti. hyatt.com.

Hotel Hilton Brisbane di Australia sudah menerapkan kebijakan baru ini.

Hilton Hotels & Resorts
Dibandingkan Hyatt, Hotel Hilton mengambil kebijakan #NoStrawMovement yang lebih keras. Hilton akan melarang penggunaan sedotan plastik di seluruh jaringan hotelnya pada akhir tahun ini. Tak hanya itu, manajemen hotel juga berencana menyingkirkan botol air plastik di tiap acara yang diadakan di Hilton. Larangan pemakaian sedotan sebelumnya telah diberlakukan hotel Hilton di Australia, Selandia Baru, dan Fiji. Alih-alih menggunakan sedotan plastik, pihak hotel justru menawarkan sedotan berbahan kertas yang mudah terurai. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan 2,5 juta sedotan plastik tiap tahunnya. hilton.com.

Properti Staybridge Suites milik grup InterContinental sudah mulai menerapkan aturan ini.

Marriott International dan InterContinental Hotel Group
Bagi pelancong yang hobi membawa pulang perlengkapan mandi saat menginap di hotel tampaknya bakal merasa kehilangan dengan diluncurkannya kebijakan dua merek jaringan hotel internasional, Marriott dan grup IHG. Pada pertengahan tahun ini, mereka sepakat mengganti tempat sabun dan shampoo mini mereka dengan dispenser yang bisa diisi ulang. Meskipun baru diterapkan pada 450 hotel dari lima merek di bawah grup Mariott di kawasan Amerika, tak menutup kemungkinan program ini juga akan diberlakukan di negara lain. Sedangkan, grup IHG telah mengaplikasikannya di Holiday Inn Express, Staybridge Suites, Candlewood Suites, dan Avid Hotels. Selain ramah lingkungan, aturan ini dapat menghemat pengeluaran hingga $2.000 per tahun. marriott.com dan ihg.com.

Hotel Meliá Purosani Yogyakarta menjadi salah satu hotel yang paling ramah lingkungan di Indonesia dengan beragam program yang mereka lakukan.

Meliá Hotels International
Jaringan hotel asal Spanyol ini memang terkenal sebagai salah satu perusahaan yang sangat peduli lingkungan. Di Indonesia, Meliá Bali menjadi hotel yang berhasil menerima penghargaan Master Achievement dari EarthCheck. Selain itu, Hotel Meliá Purosani Yogyakarta juga sukses meraih sertifikat EarthCheck Gold 2018 dan dianugerahi ASEAN Green Hotel Standard oleh ASEAN National Tourism Organizations. Hotel yang beremayam di Yogyakarta ini telah menerapkan berbagai program mulai dari penghematan energi, konservasi sumber daya dan juga pelestarian lingkungan. melia.com.

Comments