Hard Rock Cafe Jakarta Tampil Beda

Tiap malam, kafe ini juga menampilkan band di panggung.
Tiap malam, kafe ini juga menampilkan band di panggung.

Dibuka pada 1992 di Sarinah, lalu bermukim di eX Plaza Indonesia selama delapan tahun, dan kini dibuka kembali dengan wajah baru di Mal Pacific Place. Hard Rock Cafe Jakarta tampil sleek and chic, hingga menyerupai butik premium. Dinding kaca melapisi fasadnya. Sementara di sisi interior, langit-langit tinggi menaungi area makan, meja bar, serta panggung yang rutin menyuguhkan live performance dengan aliran musik bervariasi, termasuk rock, jazz, dan R&B.

Gitar sumbangan dari grup band AC/DC.
Kiri-kanan: Kaos yang pernah dipakai oleh Marilyn Manson; Gitar milik gitaris grup band KISS yang dipajang di dinding Hard Rock Cafe Jakarta.

Dari segi ukuran, gerai baru di Pacific Place lebih kecil dibandingkan di eX. Tapi langit-langitnya lebih tinggi, hingga interiornya pun terasa lebih lapang. Dengan luas 657 meter persegi, Hard Rock Cafe Jakarta kini dapat menampung 145 orang di sisi dalam, ditambah sekitar 90 orang di area alfresco di teras.

Kiri-kanan: Nachos yang disajikan dalam porsi besar; Koktail Hurricane yang merupakan minuman khas Hard Rock Cafe.

Perbedaan lainnya terletak pada memorabilia. Kantor pusat Hard Rock di Orlando telah mengambil seluruh memorabilia di eX, kemudian mengirimkan benda-benda baru untuk dipajang di Pacific Place. Hard Rock Cafe Jakarta kini memajang 153 memorabilia, sebagian disumbangkan oleh musisi internasional yang pernah pentas di Indonesia.

Bar menjadi tempat favorit para pengunjung.

Satu-satunya yang tak berubah adalah daftar menunya. Koki restoran, Kiki Herdadi, menyajikan menu-menu klasik Hard Rock seperti iga bakar, nachos, serta koktail Hurricane (bisa dibeli sekaligus dengan gelasnya; harga gelas di toko suvenir lebih mahal). Menu-menu lokal juga masih tersedia, contohnya sop buntut dan nasi goreng.

Hard Rock Cafe Jakarta, Mal Pacific Place, Lantai Dasar, SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55, Jakarta; 021/5797-3055; hardrock.com/jakarta.

Foto: Haruns Maharbina.

Comments