Festival Bakar Gunung di Jepang

  • Prosesi pembakaran lereng bukit dimulai pukul 18:00 waktu setempat. (Foto: <a href='http://www.flickr.com/photos/irisphotos/'target='_blank'><strong>Flickr/Iris</strong></a>)

    Prosesi pembakaran lereng bukit dimulai pukul 18:00 waktu setempat. (Foto: Flickr/Iris)

  • Tiap tahun festival Wakakusa Yamayaki selalu dipadati turis lokal. (Foto: <a href='http://www.flickr.com/photos/mashipooh/with/12696088115/'target='_blank'><strong>Flickr/Rocky T.</strong></a>)

    Tiap tahun festival Wakakusa Yamayaki selalu dipadati turis lokal. (Foto: Flickr/Rocky T.)

  • Pesta kembang api biasanya berlangsung selama 15 menit. (Foto: <a href='http://www.flickr.com/photos/nwhitely/'target='_blank'><strong>Flickr/N. Whitely</strong></a>)

    Pesta kembang api biasanya berlangsung selama 15 menit. (Foto: Flickr/N. Whitely)

Click image to view full size

Jepang adalah negeri kaya budaya. Ada ratusan upacara adat yang ajek digelar tiap tahun di Negeri Matahari Terbit itu. Wakakusa Yamayaki adalah salah satu yang unik. Digelar saban Sabtu keempat Januari, ritual utama festival ini adalah membakar rumput kering di lereng Gunung Wakakusayama di Provinsi Nara. Dua kuil dan satu shrine dilibatkan dalam prosesi adat ini. Tak ada literatur pasti mengenai asal muasal festival ini, namun sejarahnya mengatakan pembakaran bukit ini dimulai ratusan tahun lalu akibat konflik antar kuil-kuil besar di Nara. Sumber lain mengatakan pembakaran tersebut dilakukan penduduk untuk menghalau babi hutan.

Apapun ceritanya, festival itu kini dirayakan secara besar-besar dan sakral. Acara dimulai di siang hari dengan kompetisi lucu seperti lomba melempar kerupuk beras raksasa. Menjelang sore, upacara dimulai dengan sejumlah pemuda mengarak obor dari Silk Road Exchange Hall di Nara Park untuk kemudian mampir di Jembatan Mizutani guna mengambil api. Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga ke kaki bukit dan proses pembakaran dimulai. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan kembang api. Pemandangan bukit terbakar dan kembang api menjadi daya tarik tersendiri. Di 2015, festival Wakakusa Yamayaki dijadwalkan digelar pada 24 Januari. Namun bila cuaca buruk, festival diundur ke 31 Januari.

Nara bisa dijangkau dalam waktu satu jam dari Kyoto maupun Osaka. Daya tarik utama kota ini adalah sejarahnya yang kaya. Pasalnya, Nara adalah ibu kota permanen pertama Jepang dari tahun 710 hingga 784.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Japan National Tourism Organization.



Comments

Related Posts

1653 Views

Book your hotel

Book your flight