Etihad Menolak Masuk Daftar Skytrax

Etihad Airways adalah salah satu maskapai pertama yang menggunakan armada A380.

Selama bertahun-tahun, Skytraxmenjadi acuan dalam dunia penerbangan sejagat. Organisasi yang berasal dari Inggris ini tiap tahunnya memeringkat hampir setiap aspek dunia penerbangan—mulai dari maskapai, katering di kabin, bandara, hingga lounge—yang didasarkan pada survei penumpang. Namun, Etihad Airways membuat pernyataan mengejutkan dengan mengundurkan diri dari daftar rating yang dibuat oleh Skytrax. Dalam sebuah surat yang dilayangkannya ke markas Skytrax, maskapai yang baru saja merilis kabin termewah sejagat itu menjelaskan alasannya menarik diri: sistem penentuan rating mengidap banyak kekurangan. Keputusan ini diambil setelah Etihad melakukan evaluasi terhadap sistem rating Skytrax tersebut.

Pihak Skytrax menyesalkan keputusan ini. Organisasi yang dulunya bernama Inflight Research Services itu menyebutkan pernyataan Etihad menyesatkan. Skytrax mengatakan sejatinya tiap maskapai tidak bisa mengundurkan diri dari daftar World Airline Awards karena semuanya ditentukan oleh pelanggan. “Skytrax tidak bisa mengontrol maskapai mana yang bisa dinominasikan ke dalam daftar tersebut, dan mencoba menutupi hasilnya dari publik akan sangat tidak bisa diterima,” tulis Skytrax dalam pernyataan resminya. Dalam keterangan pers itu juga disebutkan Skytrax menghormati keputusan ini dan menolak untuk berkomentar lebih jauh. Saat ini, menurut Skytrax, Etihad berstatus maskapai bintang empat. Rival lokalnya, Emirates, juga menyandang rating yang sama. Sementara hanya tujuh maskapai di dunia yang dianugerahi status bintang lima dari Skytrax, yaitu Qatar Airways, Malaysia Airlines, Singapore Airlines, Cathay Pacific, ANA, Asiana Airlines, dan Hainan Airlines.

Comments