Eksplorasi Tanjung Bira

Hamparan karang di perairan Lihukan, pulau di dekat Tanjung Bira.

Hamparan karang di perairan Lihukan, pulau di dekat Tanjung Bira.

Dayu Hatmanti, Miss Scuba International 2011, dan Ricky Virgana, bassist White Shoes & the Couples Company, berlibur ke Tanjung Bira untuk memuaskan rasa cinta kepada laut, lalu membagi pengalamannya kepada Suhartina Sindukusumo.

—Perjalanan
Tanjung Bira berjarak sekitar enam jam berkendara dari Makassar. Mendekati kawasan pesisir ini, Dayu dan Ricky langsung dihibur olah panorama hamparan pasir putih dan laut biru dari balik jendela. Tanjung Bira terletak di Bulukumba, kabupaten yang berada di kaki Pulau Sulawesi.

—Penginapan
Keduanya memilih Bira Dive Camp (biradivecamp.com), properti yang menaungi pondok-pondok yang terbuat dari bambu dan materi daur ulang. Mendarat di halaman resor, Dayu dan Ricky langsung diajak memilih paket menyelam. “Di depan resor terhampar pantai berpasir putih, dan kami hampir tidak menemukan lebih dari dua tamu selama tiga malam menginap di sini,” kenang Dayu. Katanya lagi, tarif resor yang terjangkau tak sebanding dengan wawasan luas para stafnya tentang spot dan pantai tersembunyi di sekitar Tanjung Bira. “Menjelang malam, kami berbaring di hammock yang terletak di dekat restoran untuk menikmati pemandangan langit yang dipenuhi bintang dan bebas dari polusi,” ujar Ricky yang datang dengan membawa ukulele.

Pantai pasir putih dan laut berwarna pirus di pesisir Tanjung Bira.

Pantai pasir putih dan laut berwarna pirus di pesisir Tanjung Bira.

—Aktivitas
Menyelam adalah aktivitas terpopuler di Tanjung Bira. Lautnya menyimpan sejumlah shark point. “Berbagai titik yang menyimpan hiu tersebut men jadi daya tarik utama bagi kami,” jelas Dayu yang aktif terlibat dalam gerakan Save Sharks Indonesia. Keinginan melihat predator laut itu juga menjadi alasan bagi Ricky untuk mengikuti kursus selam pada 2013. Tapi Tanjung Bira tak cuma menawarkan hiu. Daya tarik lain kawasan ini adalah penyu, manta, tuna, dan barakuda. Selain menyelam, pengunjung bisa menyewa perahu untuk menjelajahi perairan di kaki Sulawesi dan bertamu ke desa-desa nelayan.

—Kuliner
Salah satu alasan hiu berkeliaran di Tanjung Bira adalah kesadaran warganya untuk tidak menjadikan hiu sebagai bahan makanan. Menu andalan lokal adalah ikan-ikan segar. Kendati demikian, industri restoran belum terlalu berkembang. Tempat makan terbaik berada di penginapan, salah satunya Amatoa Resort (amatoaresort.com), resor premium yang bertengger di tebing. Restoran milik properti inilah yang beberapa kali disinggahi Dayu dan Ricky selama berlibur. “Selain menu yang menggugah selera, kita bisa menikmati hidangan di area alfresco yang ditaburi sunbed biru dan beanbag yang menatap laut,” ungkap Ricky.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Juni 2016 (“Pecandu Laut”)



Comments

Related Posts

1361 Views

Book your hotel

Book your flight