Checking In: The Reverie Saigon

Tak sudi cuma menjadi hotel tertinggi di Ho Chi Minh City, The Reverie Saigon berniat menjadi yang terglamor dengan menampilkan interior bergaya istana priayi Eropa.

Oleh Reza Idris
Foto oleh Atet Dwi Pramadia

 

Kiri-kanan: Desain bergaya bangsawan Eropa di lobi; Area lobi dengan sofa-sofa kulit mewah.

Kiri-kanan: Desain bergaya bangsawan Eropa di lobi; Area lobi dengan sofa-sofa kulit mewah.

Lokasi
The Reverie Saigon bermukim di District 1, sentra bisnis dan hiburan yang tengah berbenah menjadi area paling bonafide di Ho Chi Minh City. Hotel ini menempati lantai 27 hingga 39 gedung Times Square, menjadikannya hotel dengan “posisi” tertinggi di kota ini. The Reverie Saigon menatap Sungai Saigon dan Nguyen Hue Boulevard, jalur pedestrian sepanjang 670 meter. Berjalan kaki 10 menit dari lobinya, kita bisa menemui situs-situs penting seperti Saigon Opera House, Reunification Palace, serta Vietnam History Museum.

Desain
Mewarisi banyak gedung kolonial Prancis, Ho Chi Minh City tentu sudah familiar dengan kehadiran elemen desain asing, dan The Reverie Saigon berniat menampilkan wajah impor itu dalam versi glamornya: gaya aristokrat Eropa. Dinding, dan lantainya dilapisi marmer; langit-langitnya diterangi kandil; sudut-sudut interiornya dipercantik ornamen superlatif, salah satunya jam klasik setinggi tiga meter yang dibungkus emas. “Kami ingin menjadi hotel pertama di kota yang mencolok lewat desainnya,” ujar Christina von Wrede, Resident Manager.

 

Matras dan desain interior kamar yang ekstravagan.

Matras dan desain interior kamar yang ekstravagan.

Kamar
The Reverie Saigon menaungi 224 kamar dan 62 suite. Interior kamar-kamarnya ditaburi aneka kreasi empat desainer mebel asal Italia: Colombostile, Provasi, Giorgetti, dan Visionnaire. Kamar kategori terendah memiliki luas 43 meter persegi, sementara suite terbesar luasnya 313 meter persegi. Pilih kamar 3507 jika menginginkan paket combo panorama fantastis dengan harga ekonomis.

Kuliner
Menu ikonis pho mudah ditemukan di dekat hotel, tapi jika mendambakan cita rasa yang berbeda (dan enggan menembus keramaian jalan-jalan kota), The Reverie Saigon mengoleksi sejumlah gerai yang menarik dilirik. Café Cardinal meracik kuliner Prancis dengan sentuhan Asia; R&J berkiblat pada tradisi dapur Italia dengan menu andalan ossobuco; The Long memikat lewat menu piza buatan koki asal Napoli; sementara The Royal Pavilion memiliki spesialisasi masakan Kanton.

 

Kiri-kanan: Pramusaji di restoran; Menu Peking lumpia di restoran Royal Pavilion.

Kiri-kanan: Pramusaji di restoran; Menu Peking lumpia di restoran Royal Pavilion.

Aktivitas
Berada di lokasi yang strategis, The Reverie Saigon adalah basis ideal guna melakoni wisata kota. Di malam hari, Nguyen Hue Boulevard menyajikan pentas seniman jalanan. Menyusuri Dong Khoi Street, kita akan menemukan aneka butik dan kafe lokal. Berjalan 20 menit dari sini, pencinta sejarah akan dihibur oleh keagungan Notre-Dame Cathedral Saigon dan Kantor Pos Besar. Tapi jika Anda malas bergerak, kunjungi saja lounge di lantai teratas hotel guna menyeruput koktail seraya menyerap panorama sungai.

22-36 Nguyeh Hue Blvd. & 57-69F Dong Khoi St., District 1, Ho Chi Minh City, Vietnam; 84-8/3823-6688; thereveriesaigon.com; doubles mulai dari Rp3.347.000.

Dipublikasikan perdana di malajah DestinAsian Indonesia edisi September/Oktober 2016 (“Suar Saigon”).



Comments

Related Posts

1326 Views

Book your hotel

Book your flight