Checking In: Katamama

Area lobi yang berada di lantai dua. (Foto oleh Katamama)

Rupanya portofolio restoran yang impresif tak membuat PTT Family berpuas hati. Perusahaan yang menaungi merek Potato Head tersebut memutuskan untuk membuka hotel.

Oleh Yohanes Sandy

Ronald Akili, salah satu punggawa PTT Family, dalam wawancaranya dengan DestinAsian Indonesia setahun silam, berkata bahwa memiliki hotel merupakan mimpinya sejak kecil. Untuk hotel pertamanya ini, Ronald dan rekannya, Jason Gunawan, bermain dengan desain yang impresif—seperti ciri khas properti milik PTT Family lainnya. Hotelnya memancarkan atmosfer intim dan informal layaknya di rumah. Ronald menyebutnya sebagai “sebuah surga perlindungan yang tenang.”

—Lokasi
Katamama bersemayam di kawasan trendi dan padat Seminyak, diapit oleh W Bali dan Alila Seminyak. Lokasinya tepat berada di samping Potato Head Beach Club, mendiami sebidang tanah yang dulunya berfungsi sebagai lahan parkir.

Kamar Rooftop Suite yang dilengkapi taman mini. (Foto oleh Yohanes Sandy)

Kamar mandinya cukup luas dengan bathtub dan shower. (Foto oleh Katamama)

—Desain
Katamama mengusung gaya modern dengan sentuhan tradisional. Desainnya digarap oleh Andra Matin, arsitek yang juga mengerjakan proyek Potato Head Bali. Berbeda dengan bangunan Potato Head Bali yang berbentuk kurva, desain Katamama lebih tegas dengan sudut-sudut yang dramatis. “Idenya untuk menghadirkan keseimbangan di kompleks ini,” ujar Andra seperti dikutip dari situs Katamama. “Gaya Potato Head lebih funky dan hip, sedangkan Katamama lebih bercita rasa Bali.”

Guna menghadirkan bangunan yang berkarakter, Andra memilih bata merah khas Bali dan kayu jati sebagai material utama. Perkawinan antara desain Andra yang distingtif dan bata merah menghasilkan atmosfer yang unik: modern dengan sentuhan lokal yang kental. Untuk menyelesaikannya, diperlukan sekitar 1,5 juta keping bata merah yang didatangkan langsung dari Tabanan. Uniknya, berkat proyek ini dapur para pengrajin bata tersebut kembali mengebul. “Sebelumnya orderan sepi karena keberadaan bata merah telah digantikan oleh batako,” ungkap Lina Suryati, Marketing Communications Manager.

Berbeda dengan desain hotel pada umumnya, Andra membuang area lobi yang kaku. Sebagai gantinya hanya ada sebuah bar yang juga berfungsi sebagai zona penerima tamu dan satu restoran. Proses check-in dilakukan di kamar dengan sistem paperless.

Bar dengan peralatan meracik koktail lengkap di setiap kamar. (Foto oleh Putu Sayoga)

—Kamar
Katamama mengantongi 58 suite yang dipecah menjadi tujuh kategori. Tipe terendahnya, Island Suite, memiliki luas 82 meter persegi. Interior hotel dan kamar merupakan hasil kolaborasi dari tim kreatif PTT Family dan firma desain Takenouchi Webb. Firma asal Singapura ini sebelumnya pernah menggarap interior restoran-restoran kelas kakap seperti Tippling Club dan Empress di Asian Civilisations Museum.

Untuk Katamama, Takenouchi berencana untuk menghidupkan kesan era ’60 and ‘70-an. Terlihat dari bentuk kursi, dipan, dan pintu kamar mandi yang terkesan vintage. Sebagai pemanis, disematkan beberapa kriya kreasi pengrajin lokal seperti kain tenun ikat, sarung bantal, dan kain. “Beberapa diantaranya dibuat menggunakan bahan organik,” kata Lina.

Kiri-kanan: Beragam spirit artisanal buatan Dre Masso yang ada di kamar; tiap kamar dilengkapi balkon atau teras privat yang luas. (Foto oleh Putu Sayoga)

Seakan ingin memberikan arti baru minibar, alih-alih hanya menyediakan kulkas, di setiap kamar disematkan bar lengkap dengan peralatan untuk meracik koktail. Bahan utama koktail seperti spirit dan wiski artisanal dipasok oleh bar Akademi, yang dikurasi secara khusus oleh Dre Masso.

Karena terhalang oleh bangunan Potato Head Bali mayoritas kamar tak punya pemandangan langsung ke samudra, kecuali kamar tipe Rooftop Suite dan Katamama Suite. Masing-masing kamar ini memiliki area rooftop privat lengkap dengan Jacuzzi dan pemandangan sunset terbaik.

MoVida, yang menawarkan menu khas Spanyol. (Foto oleh Putu Sayoga)

—Kuliner
Katamama hanya memiliki satu restoran dan satu bar. Namun keduanya tak boleh dipandang sebelah mata. Restorannya, merupakan cabang Asia pertama dari jaringan restoran Spanyol tersohor asal Australia, MoVida. Sedangkan barnya, Akademi, diasuh langsung oleh Dre Masso, pakar koktail asal London yang juga berprofesi sebagai konsultan grup PTT Family. Sesuai dengan namanya, di bar ini pengunjung bisa mengikuti kelas meracik koktail dari para bartender. Keunggulan lainnya, Dre beserta timnya rajin membuat spirit artisanal yang hanya bisa ditemukan di sini, sebut saja gin serai atau arak nanas.

Kolam renang seluas 130 meter persegi. (Foto oleh Putu Sayoga)

—Daya Tarik
Servis personal menjadi jualan utama Katamama. Dari saat penjemputan di bandara, tamu akan disambut dengan air kelapa dingin. Setibanya di hotel tamu akan langsung diantar ke kamar untuk melakukan proses check-in. Menariknya lagi, saat menginap banyak staf yang akan menyapa tamu dengan sebutan nama. “Hotel ini kecil. Kami ingin tamu merasa menginap di rumah sendiri tanpa merasa kaku. Kami juga ingin tamu menikmati masa menginap sebaik-baiknya,” ujar Alejandro Rueda, General Manager Katamama.

Untuk mendukung misi tersebut terwujud, Katamama juga menghadirkan fasilitas hotel yang mumpuni, sebut saja kolam renang seluas 130 meter, koneksi WiFi gratis, pusat kebugaran, serta sebuah pool bar. Keuntungan lainnya adalah akses VIP ke Potato Head Bali termasuk jatah untuk menggunakan daybed tanpa pembelanjaan minimum.

Jl. Petitenget No. 51 B, Seminyak, Bali; 0361/302-9999; katamama.com; doubles mulai dari Rp3.500.000.



Comments

Related Posts

1521 Views

Book your hotel

Book your flight