Checking In: Hyatt Centric Ginza Tokyo

Mengawali ekspansinya di kawasan Asia Pasifik, Hyatt Centric hadir di sentra belanja Tokyo. Merek baru yang menjadi bagian dari tren global membidik milenial.

Seluruh sajian di Namiki 667 menggunakan bahan-bahan lokal yang segar.

Teks & foto oleh Yusni Aziz

Lokasi
Hotel ini bersarang di salah satu alamat termahal di Jepang: jalur belanja Namiki-dori, Fifth Avenue versi Tokyo. Jalan sepanjang satu kilometer ini ditaburi banyak butik premium sekaliber Rolex, Louis Vuitton, dan Chanel. Tapi Hyatt Centric Ginza tak cuma cocok untuk pecandu belanja. Berjalan sembilan menit ke arah timur hotel, Kabukiza Theater mementaskan lakon-lakon klasik dalam gedung bertitimangsa 1899. Kurang dari 15 menit ke tenggara, pasar becek Tsukiji menyuguhkan aneka hidangan laut segar.

Kiri-kanan: Tipe suite yang memiliki luas 77 meter persegi; pintu masuk Hyatt Centric Ginza.

Desain
Hyatt Centric, bagian dari tren hotel milenial, diluncurkan pada 2015 di Amerika, dan Hyatt Centric Ginza merupakan cabang perdananya di Asia Pasifik. Sejalan dengan ekspektasi segmennya, merek ini membebaskan tiap properti bereksperimen dengan desain. Untuk cabang Tokyo, interiornya diserahkan kepada Yohei Akao, alumnus Super Potato yang kini memimpin biro Strickland. Memetik inspirasinya dari karakter Ginza yang mengawinkan tradisi Jepang dan kebudayaan modern, Akao meramu empat tema induk: fesyen, lanskap, hiburan, dan media. Tema yang terakhir terkait dengan sejarah bangunan: Hyatt Centric Ginza menempati bekas kantor surat kabar Asahi Shimbun. Merefleksikan penyewa lama itu, Akao memajang aneka ornamen yang dibuat dari koran bekas, mesin tik, serta stempel cetak.

Interior salah satu kamar di Hyatt Centric Ginza Tokyo.

Kamar
Dalam bangunan 12 lantai, hotel yang diresmikan Januari silam ini menampung 164 kamar. Ukurannya cukup royal untuk standar Tokyo: dari 35 hingga 127 meter persegi. Interiornya terasa trendi dan kontemporer, kontras dari citra Hyatt yang formal dan dewasa. Fitur standar di kamar antara lain LCD TV, meja kerja, bathtub, serta toiletries berbahan organik keluaran BeeKind. Untuk tamu keluarga, tipe suite menawarkan opsi dua double bed. Sementara untuk momen spesial, Namiki Suite memiliki teras yang menatap panorama Ginza dari lantai teratas hotel.

Kiri-kanan: Namiki 667, restoran yang dipimpin oleh Shingo Hayasaka; area penerima tamu yang didesain energik oleh Yohei Akao.

Kuliner
Bersaing dengan banyak kedai di kawasan Ginza, hotel bintang empat ini menugaskan koki Shingo Hayasaka untuk meracik masakan tradisional dengan sentuhan Barat. Namiki 667, satu-satunya restoran di sini, mengolah bahan-bahan lokal seperti Akigawa wagyu dan ikan segar dari Pasar Tsukiji. Restoran ini dilengkapi bar yang menyuguhkan pentas DJ dan enam koktail andalan berbasis Roku, gin ternama asal Jepang.

6-6-7 Ginza, Chuo-ku, Tokyo, Jepang; 81-3/6837-1234; ginzatokyo.centric.hyatt.com; mulai dari Rp4.500.000.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Juli/September 2018 (“Ginza Muda”).

Comments