Cara Tepat Memilih Vendor Foto Pernikahan

Dari genre foto hingga kontrak kerja, berikut isu-isu seputar fotografi pernikahan yang perlu dicermati sebelum memilih vendor.

Sesi foto outdoor dengan latar natural. (Foto: Govinda Rumi/Terralogical)

Oleh Linawati Martana

Pernikahan diimpikan sebagai peristiwa sekali seumur hidup. Tak heran, setiap calon pengantin selalu berusaha mendapatkan fotografer terbaik untuk mengabadikan momen-momen berharga itu. Dan dari fotografer pula, mereka berharap mendapatkan album pernikahan yang kelak berfungsi layaknya buku cerita bagi anak dan cucu. Berikut lima hal yang penting diketahui sebelum memilih vendor fotografi.

Gaya Foto
Seiring maraknya vendor foto pernikahan, tawaran mereka pun kian beragam, termasuk dalam hal konsep dan pendekatan fotografi. Konsep glamor khas Eropa, bisa dilakukan. Ingin nuansa intim, juga bisa. Bahkan untuk pasangan yang kikuk di depan kamera, kini ada vendor yang mahir memotret secara diam-diam demi mendapatkan momen candid. Sementara dalam hal pendekatan foto, opsinya pun kian variatif, misalnya dokumenter, studio, street photography, serta konseptual. Semuanya mudah ditemukan dan diseleksi lewat telepon genggam.

Kiri-kanan: Sebelum menikah, kedua mempelai kerap mengabadikan momen spesial ini; foto pernikahan bergaya klasik. (Foto: Govinda Rumi/Terralogical)

Hak Cipta
Kemudahan teknologi digital acap dituding bertanggung jawab atas gampangnya pelanggaran hak cipta foto. Bayangkan jika dokumentasi pernikahan Anda disebarluaskan sebagai iklan oleh vendor foto. Gusar? Tentu saja. Itulah sebabnya sangat vital untuk memiliki kontrak kerja sama yang mengatur klausul pemakaian foto untuk kepentingan komersial ataupun editorial. Kontrak mesti disepakati sebelum sesi foto berlangsung. Hal ini penting dilakukan guna menghindari terjadinya konflik di masa mendatang.

Same Day Edit
Ini istilah untuk jasa peliputan video atau foto yang langsung diedit dan ditampilkan pada hari yang sama. Andaikan acara akad atau pemberkatan berlangsung di pagi hari, maka mempelai bisa meminta vendor menyiapkan seluruh dokumentasi foto atau videonya untuk ditampilkan pada malam harinya. Proses kejar tayang itu ada harganya. Layanan same day edit (SDE) mengenakan tarif ekstra dan lazimnya memakan waktu kerja dua hingga tiga jam.

Baca juga: 8 Konsep Pernikahan Unik; 3 Konsep Unik untuk Pernikahan

Menangkap momen candid dalam pesta pernikahan. (Foto: Govinda Rumi/Terralogical)

Foto Eksklusif
Kontrak eksklusif dimungkinkan antara pihak mempelai dan vendor foto pernikahan. Model kerja sama ini jamak dipraktikkan dalam pernikahan selebriti. Konsekuensinya, dalam foto yang tayang untuk umum, logo atau watermark vendor foto akan disematkan. Andaikan pihak lain, misalnya media massa, ingin menerbitkan foto-foto itu tanpa watermark, izin khusus mesti didapatkan dari vendor dan kliennya.

Pelepasan Balon
Kampanye mereduksi sampah plastik turut memengaruhi pesta pernikahan, contohnya dalam kasus pelepasan balon untuk kepentingan foto. Prosesi romantis ini mulai dihindari beberapa vendor yang peduli konservasi, karena balon bisa saja terdampar di sungai, mencemari lautan, bahkan disantap satwa. Alternatif yang lebih ramah lingkungan ialah pelepasan merpati, peniupan gelembung air, konfeti, atau pelemparan ratusan kelopak mawar. Semakin unik pilihannya, foto yang dihasilkan pun semakin menarik dan berbeda.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi April/Juni 2019 (“Ihwal Visual”).

Comments