Butik-Butik Rahasia Galata

  • Toko Atilier 55 yang mirip butik-butik di Paris.

    Toko Atilier 55 yang mirip butik-butik di Paris.

  • Tua bukan berarti kuno. Meskipun fasad bangunannya kuno, interior kamar dilengkapi peralatan modern seperti TV LCD dan piranti audio.

    Tua bukan berarti kuno. Meskipun fasad bangunannya kuno, interior kamar dilengkapi peralatan modern seperti TV LCD dan piranti audio.

  • Georges Hotel menempati bangunan bekas apartemen berusia ratusan tahun.

    Georges Hotel menempati bangunan bekas apartemen berusia ratusan tahun.

  • Sabun buatan tangan yang bisa dibeli di Hammam Ltd.

    Sabun buatan tangan yang bisa dibeli di Hammam Ltd.

  • Butik Arzu Kaprol yang didominasi warna putih.

    Butik Arzu Kaprol yang didominasi warna putih.

Click image to view full size

Sempat luluh akibat kerusuhan politik, distrik Galata merekah menjadi sanggar para perancang busana Turki untuk berkreasi dan memajang karya-karya mereka.
Oleh Cynthia Rosenfeld

Para turis sudah tertarik dengan Galata sejak abad ke-13, ketika tempat ini dijejali para pendatang dari Genoa. Pengusaha Yunani, Italia, dan Yahudi kemudian berdatangan untuk mendirikan beragam toko dan bank di sepanjang jalan-jalannya yang berbatu. Memasuki abad ke-20, Galata mulai terbengkalai. Kaum kaya pindah ke wilayah yang lebih trendi dan kaum minoritas eksodus dari Istanbul saat huru-hara politik pecah pada 1950-an dan 1960-an. Awalnya ramai, Galata berubah senyap. Bangunan-bangunannya yang indah mulai rusak.

Tapi kesunyian itu tidak berlangsung permanen. Dalam beberapa tahun belakangan, Galata kembali bernyawa. Tempat ini bertransformasi menjadi tujuan favorit orang-orang—terutama para seniman dan desainer—yang tak mampu membayar tarif sewa tinggi di kawasan mahal pusat kota seperti Nişantaşi and Bebek. Mereka menempati apartemen-apartemen kuno di sekitar Menara Galata yang dibangun bangsa Genoa di sisi utara Golden Horn pada 1348.

Para turis yang ingin menyibukkan diri di salah satu lingkungan paling mentereng di Istanbul ini bisa menginap di Georges Hotel (24 Serdar-ı Ekrem Sokak; 90-212/244-2423; georgeshotel.com; doubles mulai dari $215), penginapan berisi 20 kamar di Serdar-ı Ekrem, jalanan berbatu yang berubah menjadi kawasan belanja utama di Galata. Menempati bangunan lawas dari era Dinasti Usmani, hotel ini menyajikan perpaduan apik antara butik dan restoran/bar bernama Le Fumoir di lobi.

Mengintip Koleksi Arzu Kaprol
Di sebelah Georges Hotel, perancang busana top Turki, Arzu Kaprol (No.22, KamondoApt.; 90-212/252-7571; arzukaprol.net), memajang koleksi adibusana maupun koleksi siap pakai yang dipenuhi tekstur dan wiru. Telusuri jalan di depan hotel menuju Menara Galata untuk menemukan butik Bahar Korçan (No. 9; 90-212/243-7320; baharkorcan.org), perancang busana terkenal Turki lainnya yang juga membuka toko di daerah ini. Karyanya penuh warna dan quirky, misalnya kain tipis bertumpuk-tumpuk yang menciptakan kesan magis. Dari sini, seberangi jalan Galip Dede di sisi barat menara untuk menemukan barang-barang yang lebih tradisional, seperti handuk berumbai, mantel mandi, atau sabun berbahan jintan dan almon madu di Hammam Ltd (1C Kule Çıkmazı Sokak; 90-212/245-7075; hammam.com.tr).

Kembali ke Serdar-ı Ekrem, usai melewati hotel Georges, singgahlah di Lilipud (26A; 90-212/252-7173; lilipud.com) untuk melihat-lihat baju-baju wanita menawan yang dihiasi renda dan pita. Di area basemen, sang pemilik, Nilüfer Giritlioğlu, memajang gelang dan kalung metal dengan harga terjangkau. Di sisi lain jalanan tersebut, para seniman Galata bisa ditemui di Mavra (31A; 90-212/252-7488), kafe dan butik yang menyajikan makanan khas Turki dan Meksiko, contohnya kapali zarf (tortilla isi daging ayam bumbu, tumis sayur, dan keju cheddar leleh).



Related Posts

6025 Views

Book your hotel

Book your flight