Bintan Resorts: Destinasi Wisata Ramah Muslim

Beragam aktivitas yang ditawarkan Nirwana Gardens.

Demi memudahkan wisatawan muslim dalam menikmati liburan di Bintan, Bintan Resorts meluncurkan serangkaian inisiatif melalui kerja sama dengan dua lembaga: HalalTrip, portal dengan spesialisasi wisata halal dan keluarga; serta CrescentRating, institusi yang berwenang dalam mengevaluasi dan melakukan akreditasi wisata halal.

Di Bintan saat ini, berbagai tempat dan fasilitas telah dinilai berdasarkan tingkat keramahannya terhadap wisatawan muslim melalui CrescentRating. Sebuah panduan yang didedikasikan bagi wisatawan muslim telah dipublikasikan, dengan tujuan membantu mereka dalam membuat keputusan saat memilih resor, atraksi, dan restoran. Panduan yang tersedia dalam bahasa Inggris, Tionghoa, dan Arab ini dapat diunduh gratis melalui tautan berikut: www.halaltrip.com. Digarap oleh HalalTrip , sebuah situs mikro (halaltrip.com/bintan-resorts) juga telah tersedia untuk memberikan wisatawan beragam informasi yang aktual dan terseleksi seputar resor, atraksi, dan restoran di Bintan Resorts dan sekitarnya.

Bintan Resorts mengoleksi beragam penginapan yang ramah muslim, contohnya Nirwana Gardens, Angsana Bintan, dan Grand Lagoi Hotel. Resor-resor ini telah menyiapkan layanan yang dirancang untuk mengakomodasi wisatawan muslim dari seluruh dunia, salah satunya petunjuk arah kiblat yang tertera di setiap kamar. Tiap resor tersebut juga menyediakan berbagai fasilitas eksklusif dan aktivitas atraktif yang dijamin membuat liburan Anda dan keluarga senantiasa berkesan.

The Kelong Seafood Restaurant di Nirwana Gardens.

Di sela-sela menikmati waktu berharga bersama keluarga, jangan lewatkan aneka opsi makanan halal yang lezat. Salah satu tempat ideal untuk mencicipinya ialah Spice Restaurant yang berlokasi di dekat pantai dan menghidangkan masakan India. Opsi lainnya ialah sentra makan Pujasera yang menyajikan beragam kuliner ikonis Bintan seperti sup ikan dan otak-otak.

Sup ikan adalah salah satu masakan di Bintan yang wajib dicoba. Menu sedap ini terdiri dari beberapa potong daging ikan yang direndam dalam kuah gurih, kemudian disajikan dengan sepiring nasi putih panas. Sesuai selera lidah Indonesia, menu ini hadir pula dengan acar cabai rawit guna menambah rasa asam dan pedas. Sup ikan mudah ditemukan di banyak restoran yang tersebar di Bintan, salah satunya Restoran Sup Ikan Aulia yang memiliki banyak penggemar. Jika ingin mencicipi kreasi lokal lain, cobalah gonggong, siput laut yang berprotein tinggi. Restoran lain yang juga menarik dikunjungi ialah Warung Yeah, tempat yang menyuguhkan varian kuliner Indonesia dengan kejutan-kejutan segar.

Selain ramah muslim, Bintan merupakan pulau yang penting dalam sejarah peradaban Islam di Indonesia. Di sini kita menemukan beragam situs bersejarah yang menyimpan kisah figur-figur terpandang dari Kerajaan Melayu.

Menu kari dan prata di Spice Restaurant

Salah satu tempat bersejarah terkenal di Bintan ialah Pulau Penyengat, sebuah pulau kecil yang kaya budaya dan sarat peninggalan pusaka. Sebelum Belanda menguasainya pada tahun 1911, Penyengat merupakan pusat kekuasaan Kesultanan Melayu Islam.

Dari Tanjungpinang, Penyengat bisa dikunjungi dengan menaiki perahu selama 10 menit. Pulau ini memiliki luas dua kilometer persegi, dan tur sejarah di sini bisa dilakukan secara menyenangkan dengan menaiki bentor (“becak motor”). Jelajahi reruntuhan istana kuno, kemudian simak kisah-kisah mengagumkan seputar Raja Haji Fisabilillah; Raja Ali Haji, penyair dan penulis Gurindam Dua Belas; serta tokoh-tokoh bersejarah lainnya.

Untuk pemberhentian pertama, kunjungi makam Raja Ali Haji, pahlawan nasional pertama yang bukan anggota militer. Cendekiawan dan penyair dari abad ke-19 ini dikenal sebagai peletak fondasi bahasa Melayu melalui buku karyanya yang berjudul Pedoman Bahasa. Pada tahun 1874, Raja Ali Haji menulis Gurindam Dua Belas, kompilasi syair Melayu sepanjang 12 paragraf, sebuah gebrakan baru dalam dunia sastra kala itu. Makam Raja Ali Haji, yang dipulas dalam warna kuning (melambangkan kebangsawanan) dan hijau (melambangkan Islam), merupakan situs ziarah yang populer di Penyengat.

Di etape berikutnya, kunjungi makam pahlawan nasional lainnya, Raja Haji Fisabilillah. Sultan Johor-Riau yang memerintah dari tahun 1777 hingga 1784 ini tewas dalam serangan ke pangkalan angkatan laut Belanda di Teluk Ketapang (Melaka). Namanya telah diabadikan sebagai nama bandara di Bintan.

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat.

Situs utama lain dalam tur sejarah di Penyengat adalah Masjid Raya Sultan Riau, harta terindah pulau ini. Eksteriornya mencolok dengan warna hijau dan kuning, desainnya menampilkan pengaruh Belanda, sementara tubuhnya yang kokoh, konon katanya, dibangun memakai bahan putih telur. Masjid buatan tahun 1844 ini memiliki interior berwarna putih polos yang dinaungi langit-langit melengkung dan dihiasi kandil antik buatan Jerman, sebuah hadiah yang berusia lebih tua dari masjid ini. Di bawah lampu gantung tersebut, Anda bisa menemukan sebuah Alquran tua yang ditulis tangan pada tahun 1867 oleh Abdurrahman Stambul, pria lokal yang pernah menempuh studi di Mesir atas beasiswa dari Kesultanan Lingga. Menimbang kisah dan keindahannya, menunaikan salat di Masjid Raya Sultan Riau tentu merupakan pengalaman yang berkesan.

Kembali ke pulau utama Bintan, Anda akan menemukan masjid agung lain yang tak kalah memikat berkat warnanya yang mencolok dan kubah-kubahnya yang megah. Diresmikan pada tahun 2015, Masjid Raya An-Nur Kawal tak hanya berstatus ikon arsitektur baru Bintan, tapi juga telah menjadi magnet wisata. Dengan tubuh didominasi warna jambon, masjid ini kerap dijadikan latar foto oleh turis dan warga. Siapa saja dibolehkan memotret bangunannya, tapi interiornya hanya dikhususkan untuk ibadah. Masjid Raya An-Nur Kawal berjarak hanya beberapa menit berkendara dari Pantai Trikora, tempat wisata terkenal lainnya di Bintan.

Di Bintan Resorts, beragam fasilitas ramah muslim telah tersedia bagi Anda. Musala bisa ditemukan di tempat-tempat umum seperti Treasure Bay Bintan and Plaza Lagoi. Dikepung oleh pepohonan rindang, Masjid Al Muhajirin menawarkan atmosfer yang penuh kesejukan, kondusif bagi Anda yang ingin berdekatan dengan alam dan Tuhan selama beribadah. Berkapasitas 1.500 jemaah, masjid yang didesain terbuka dalam gaya Jawa ini merupakan rumah ibadah muslim terbesar di Bintan Resorts.

Artikel ini merupakan kemitraan antara DestinAsian Indonesia dan Bintan.

Comments