Bicara Tentang Wanita di Yogya


Salah satu karya Ari yang pernah dipamerkan di Galerie Rene Blouin, Montreal pada 2015.

Yayasan Redbase Foundation kembali menggelar pameran bagi seniman program residency paling anyar mereka. Dalam pameran yang dilangsungkan di markas Redbase Foundation dari 11 November hingga 6 November 2016 tersebut, yayasan yang bermarkas di Yogyakarta tersebut memberikan panggung bagi Ari Bayuaji, seniman kelahiran Mojokerto, Jawa Timur untuk menunjukkan karya-karyanya hasil program residensi.

Ari bukanlah seniman amatir. Pria ini pernah mengecap pendidikan di Jerman dan Kanada sekaligus menunjukkan kebolehannya di kedua negara tersebut. Untuk program residensi ini, Ari mengusung tema “cen-sor.”

Untuk pameran tersebut, Ari menciptakan sejumlah karya seni yang terbuat dari prangko bekas, buku dan majalah tua yang memuat gambar-gambar wanita. Dia juga mengumpulkan gambar-gambar wanita terbungkus sensor yang pernah ditayangkan di saluran televisi nasional.

Dia lalu menambahkan kata-kata yang dikutip dari beberapa surat penuh makna yang pernah ditulis oleh almarhum ibunya. “Saya yakin pesan-pesan dan ilustrasi tersebut merupakan bagian dari arsip penting sejarah perkembangan wanita di budaya kita,” ujar Ari. Ibu Ari sendiri berprofesi sebagai pelatih senam aerobik sepanjang hidupnya.

Untuk mewujudkan idenya, pria kelahiran 41 tahun silam tersebut menggunakan medium kertas, kayu, dan batu dengan satu benang merah: lukisan. “Saya akan menciptakan gambar-gambar yang kuat melalui patung berbentuk figuratif yang dibalut dengan beberapa lapisan warna,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Redbase Foundation Yogyakarta.



Comments

Related Posts

2155 Views

Book your hotel

Book your flight