Awak Kabin Qantas Tak Wajib Bantu Penumpang

qantas, qantas jakartaSekarang awak kabin Qantas tak wajib membantu penumpang yang kesusahan dengan barang bawaan yang beratnya melebihi aturan.

Angka tujuh kilogram merupakan angka yang wajar untuk batas berat maksimal bagasi kabin per penumpang. Biasanya, penumpang hanya boleh membawa satu koper atau tas ukuran kabin untuk ditaruh di penyimpanan di dalam kabin. Peraturan yang diadopsi oleh banyak maskapai dunia, termasuk Qantas.

Bahkan maskapai berkelir putih-merah tersebut berbaik hati dengan memperbolehkan penumpangnya membawa dua tas atau koper dengan berat masing-masing tujuh kilogram. Namun ternyata, aturan tersebut masih menuai protes karena tujuh kilogram masih dirasa kurang.

Per 25 Maret 2019, Qantas mengubah aturan tersebut. Kini penumpang dapat membawa satu tas atau koper dengan berat 10 kilogram dan satu tas lain dengan berat maksimum empat kilogram. Namun, peraturan tersebut datang dengan konsekuensi.

Baca juga: Qantas Luncurkan Program Ramah Lingkungan; Qantas Tambah Kursi Untuk Penerbangan ke Bali

Sekarang kru kabin Qantas tak wajib membantu penumpang yang kesulitan menaikkan kopernya di tempat penyimpanan karena terlalu berat. Menurut Qantas, jika berat satu tas atau barang lebih dari 10 kilogram, maka awak kabin dapat menolak untuk membantu menaikkan barang tersebut ke overhead compartment. Solusinya: pramugari akan memindahkan barang tersebut ke bagian kargo sebelum berangkat.

Peraturan ini dibuat untuk menjamin keselamatan para awak kabin serta mencegah cedera yang dapat dialami oleh penumpang lain jika barang tersebut jatuh saat dinaikkan ke penyimpanan dan menimpa mereka.

Untuk menyosialisasikan peraturan tersebut, Qantas akan memasang pemberitahuan di papan pengumuman bandara, di pintu keberangkatan, atau pemberitahuan sebelum terbang. Peraturan ini berlaku di seluruh penerbangan domestik Qantas dan tidak berlaku untuk penumpang difabel atau manula.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Qantas.

Tags : Qantas
Comments