Asal-Muasal 5 Menu Ikonis

Sajian tiramisu yang pertama kali terkenal di rumah-rumah bordil di Treviso. (Foto: Pixabay)

Hampir setiap negara di dunia memiliki menu ikonis dengan sejarah yang bermacam-macam. Kami mengulas asal-muasal lima menu ikonis yang masing-masingnya merepresentasikan tempat asalnya serta mudah ditemui di hampir setiap sudut dunia:

Tiramisu
Tahun kelahirannya simpang siur. Tapi salah satu versi yang paling akurat menyebutkan bahwa tiramisu pertama kali populer di Treviso, destinasi liburan syahwat di Italia pada era 1960-an. Syahdan, hidangan pencuci mulut yang terbuat dari biskuit lady finger, kopi, krim, dan bubuk cokelat tersebut dulunya disajikan di rumah-rumah bordil sebagai hidangan pembangkit gairah. Menurut sejarah, orang yang pertama kali memperkenalkan kue ini adalah Roberto Linguanotto, koki spesialis hidangan manis di restoran Le Beccherie. Di versi lain, resep tiramisu disebutkan sudah ada sejak abad ke-17.

Di Jepang, ramen juga memiliki banyak versi tergantung dari daerah asalnya.

Ramen
Menurut penulis buku The Untold History of Ramen, George Solt, ramen pertama kali dikenal di Jepang antara abad ke-17 dan 20.  Hidangan mi khas tersebut digadang-gadang merupakan “produk impor” dari Tiongkok. Nama ramen sendiri merupakan versi lokal dari kata “lamien” yang dalam bahasa Tiongkok berarti mi. Versi lain menyebutkan, ramen pertama kali dikenalkan di kota pelabuhan Yokohama dan Kobe pada akhir abad ke-19 oleh para pedagang Tiongkok. Dari Yokohama kemudian lahirlah para penjual ramen dengan gerobak (mirip gerobak mi ayam atau bakso di Indonesia, red) yang menjajakan dagangannya di kawasan Ueno dan Asakusa. Versi terakhir, ramen lahir pada 1910 di kedai Rai-Rai Ken di Tokyo di mana kokinya menyajikan udon (mi khas Jepang) dengan kuah berbumbu kecap asin lengkap dengan topping daging babi, bakso ikan, serta rumput laut.

Bibimbap, nasi campur khas Korea. (Foto: Korea Tourism Organization)

Bibimbap
Banyak sejarawan yang percaya bahwa bibimbap lahir pada masa kekuasaan Dinasti Joseon. Banyak versi bibimbap, namun yang paling tersohor adalah yang diciptakan di Jeonju. Di sini, hidangan ini disajikan dengan beragam topping dan 12 side dishes. Secara etimologis, bibimbap berarti nasi campur. Tapi campuran bahannya mengikuti karakter lokasinya. Di Busan, sebuah kota pelabuhan, bibimbap menggunakan seafood. Di Andong, tempat Confucian Academy berada, bibimbap tampil bersahaja mengikuti diet spiritual—tanpa daging merah. Meskipun makanan nasional Korea ini sudah mendunia, tak ada yang tahu siapa pencipta sebenarnya. Sejumlah sejarawan menduga bibimbap lahir di lingkungan ningrat. Sisanya percaya masakan ini dicetuskan oleh komunitas petani atas tuntutan pragmatis: agar tak repot mengusung banyak piring ketika meniti pematang, kaum wanita meracik hidangan praktis yang merangkum semua bahan dalam satu mangkuk.

Hidangan rendang hitam dari Bukittinggi. (Foto: Muhammad Ridwan)

Rendang
Makanan yang pernah dinobatkan sebagai hidangan terlezat di dunia oleh situs CNN Travel disinyalir merupakan makanan asli daerah Sumatera Barat. Beragam literatur mencatat bahwa rendang sudah ada sejak awal abad ke-19, namun sebagian menyebutkan rendang sudah dikenal sejak abad ke-13. Para sejarawan menduga, rendang pertama kali lahir sebagai teknik pengawetan makanan sebagai bekal perjalanan para masyarakat Minang dalam berdagang ke Selat Malaka maupun Singapura. Rendang kemudian menyebar ke pantai timur Sumatera hingga Malaka, Malaysia, dan Singapura pada abad ke-16 ketika masyarakat Minang membuka kampung baru di wilayah tersebut. Menariknya, sejumlah sejarawan yakin bahwa rendang juga mendapatkan pengaruh dari pedagang-pedagang asal India yang mengenalkan bumbu dan rempah-rempah pada masyarakat Minang.

Penyajian hamburger seperti yang dikenal hingga saat ini. (Foto: Pexels/Edward Castro)

Hamburger
Banyak yang mengira bahwa hamburger merupakan makanan khas Amerika Serikat. Padahal, hidangan roti isi daging ini pertama kali lahir di Hamburg, Jerman. Hamburger lahir kira-kira pada abad ke-17 di Hamburg dalam bentuk daging cincang yang dipadatkan kemudian dinikmati dengan roti. Dulunya, steik hanya bisa dinikmati oleh kaum borjuis. Resep hidangan masyarakat kelas bawah ini lalu dibawa oleh para pekerja dan imigran dalam pelayaran ke Amerika Serikat pada abad ke-19, yang kemudian penyajiannya dimodifikasi dengan menaruh daging di antara dua roti hingga terkenal di seantero jagat seperti saat ini. Di Amerika sendiri, hamburger kabarnya lahir di Canton, Ohio pada 1885 dalam sebuah acara pasar malam Erie County Fair atau Hamburg Fair. Versi lainnya menyebutkan, salah satu penemu hamburger adalah Charlie Nagreen dari Seymour, Wisconsin yang menjual steik Hamburg dengan menaruh di antara roti. Alasannya saat itu: banyak pembeli ingin makan steik Hamburg tanpa perlu duduk berlama-lama.

Comments