Alasan Baru Mengunjungi Senggigi

  • Seorang staf Svarga Resort dengan latar belakang bangunan megah.

    Seorang staf Svarga Resort dengan latar belakang bangunan megah.

  • Pantai Senggigi yang tenang dilihat dari atas bukit.

    Pantai Senggigi yang tenang dilihat dari atas bukit.

  • Menu piza di La Chill.

    Menu piza di La Chill.

  • Dragoon130, kapal pinisi yang disulap menjadi ruang pesta oleh duet arsitek asal Italia.

    Dragoon130, kapal pinisi yang disulap menjadi ruang pesta oleh duet arsitek asal Italia.

  • Bean bag yang bertebaran di La Chill, satu-satunya beach club di Lombok.

    Bean bag yang bertebaran di La Chill, satu-satunya beach club di Lombok.

  • Kolam renang di Jendela Sunset Villa yang menawarkan pemandangan perbukitan.

    Kolam renang di Jendela Sunset Villa yang menawarkan pemandangan perbukitan.

  • Bentuk kapal Dragoon130. Mengawinkan desain modern dan tradisional.

    Bentuk kapal Dragoon130. Mengawinkan desain modern dan tradisional.

  • Area bersantai di geladak Dragoon130.

    Area bersantai di geladak Dragoon130.

  • Kuliner di Svarga Resort menawarkan menu-menu sehat namun nikmat, seperti pad thai yang sudah dimodifikasi.

    Kuliner di Svarga Resort menawarkan menu-menu sehat namun nikmat, seperti pad thai yang sudah dimodifikasi.

  • Nelayan mengail ikan di pesisir Senggigi.

    Nelayan mengail ikan di pesisir Senggigi.

  • Salah satu sudut Svarga Resort.

    Salah satu sudut Svarga Resort.

  • Svarga Resort, hotel anyar dengan desain modern.

    Svarga Resort, hotel anyar dengan desain modern.

Click image to view full size

Mandalika dan Gili Matra agresif membangun, tapi Senggigi belum kehilangan sinarnya sebagai bintang pertama dalam industri pariwisata Lombok.

Oleh Reza Idris
Foto Putu Sayoga

Nelayan mengail ikan di pesisir Senggigi.

Julukan hotel baru paling artistik di Lombok agaknya layak disandang Svarga Resort. Properti ini menawarkan 25 unit vila dalam desain yang bermain-main dengan bentuk: tumpukan kubus. Sang arsitek, Yandi Andri Yatmo, sepertinya menggali inspirasi dari permainan Lego. Saya menginap di vila yang bersarang persis di atas bukit, di mana panorama hutan rimbun dan laut tersaji dari kamar tidur dan kolam renang infinity.

Svarga membuat alam Lombok terasa begitu dekat. Properti seluas satu hektare ini dirancang terbuka. Area hijau mendominasi sisi interior. Elemen-elemen seni yang merefleksikan budaya Lombok tersebar di sudut-sudut properti. Pada atap vila, kita bisa menemukan taman mini yang ditumbuhi tumbuhan merambat. “Kami tidak mengubah struktur tanah. Resor beradaptasi dengan kontur yang ada,” ujar Yusuf Ali, perwakilan pemilik properti.

Tapi, untuk menghadapi persaingan dengan sekitar 45 hotel di Senggigi, Svarga tak sekadar mengandalkan desain yang atraktif. Seperti MesaStila, penginapan ini menawarkan konsep wellness resort. Tamu disuguhi beragam aktivitas yang berfungsi merejuvenasi tubuh, mulai dari yoga di puncak bukit hingga trekking menuju air terjun. Di SalZa, restoran milik resor, tersaji menu-menu sehat. Cairan alkohol raib dari daftar menunya. Sebagai pengganti, restoran ini menawarkan aneka jus segar.

Svarga memang memiliki karisma yang memikat. Kehadirannya menyuntikkan gairah baru pada kawasan yang empat tahun belakangan ini mulai lesu. Kita pun menangkap pesan penting: Senggigi belum mati. Masih ada kreasi segar yang membuat tempat ini layak disatroni. >>

Share this Article


Comments

Related Posts

6385 Views

Book your hotel

Book your flight