Alasan Baru Mengunjungi Forbidden City

http___cdn.cnn.com_cnnnext_dam_assets_190204123343-juanqinzhai-moon-gate-after-conservation forbidden city http___cdn.cnn.com_cnnnext_dam_assets_190204123500-juanqinzhai-theater-room-after-conservation-3
Mulai tahun depan, Qianlong Garden bakal kembali dibuka. (Foto: World Monuments Fund)

Tcantum di daftar situs Warisan Dunia UNESCO, Forbidden City yang menggambarkan tentang kehidupan kaisar Tiongkok merupakan salah satu tempat wisata favorit para turis. Mulai tahun depan, wisatawan punya alasan baru untuk kembali berkunjung ke komplek istana kerajaan Dinasti Ming dan Qing tersebut.

Qianlong Garden, salah satu sudut istana yang sebelumnya tak pernah terekspos, bakal dibuka untuk umum pada 2020 mendatang, tepat saat peringatan 600 tahun Forbidden City.

Taman seluas dua hektare yang ditutup sejak 1700-an ini dibangun oleh Kaisar Qianlong, kaisar keempat dari Dinasti Qing. World Monuments Fund (WMF) dan The Palace Museum Tiongkok bekerja sama untuk menghidupkan kembali situs sejarah ini.

Untuk proyek restorasinya, WMF menunjuk arsitek Annabelle Selldorf dari perusahaan Selldorf Architects yang berbasis di Amerika Serikat untuk merancang Qianlong Garden Interpretation Center yang berisi dekorasi dan perabotan dari masa lalu.

Baca juga: Kereta Peluru Kini Hubungkan Hong Kong dan TiongkokBerburu Wine di Tiongkok

Nantinya, setiap aula akan menyimpan artefak dan menampilkan video berisi informasi untuk mengedukasi pengunjung yang datang. Komplek istana sendiri memiliki 4 aula dan 27 paviliun. Untuk proses pemugarannya bakal dilaksanakan dalam empat fase yang berbeda. Hingga saat ini, pemulihan pada aula pertama dan kedua telah rampung.

Selain itu, pihaknya juga telah menyelesaikan ruang teater Juanqinzhai yang memiliki interior rumit yang terdiri dari bambu, lapisan giok, dan lukisan pada dinding dan langit-langit, serta pemulihan di tiga area lainnya, yakni Fuwangge, Zhuxiangguan dan Yucuixuan.

Comments