Agregasi Dua Negara di East 8

  • Pernak-pernik yang kental nuansa New York.

    Pernak-pernik yang kental nuansa New York.

  • Menu penutup mulut: brownies.

    Menu penutup mulut: brownies.

  • Ragam makanan yang disajikan di East 8.

    Ragam makanan yang disajikan di East 8.

  • Arsitektur bangunan yang kental dengan gaya industrialis.

    Arsitektur bangunan yang kental dengan gaya industrialis.

Click image to view full size

Singapura, perlahan tapi pasti, bertransformasi menjadi ibu kota kuliner di Asia Tenggara. Restoran-restoran kelas atas dan dinakhodai koki kelas dunia bermunculan di sana. East 8 mencoba meramaikan dunia tersebut. Dimiliki oleh Emil Halim dan Steven Tjhang—dua warga negara Indonesia yang lama tinggal di New York—nama restoran ini terinspirasi dari 8th Street di New York dan mempunyai misi menjembatani Singapura dan New York melalui atmosfer restoran serta menu Asian fusion yang disajikannya.

Fasad restorannya mengadopsi gaya industrialis modern penuh detail dengan ornamen meja-meja kayu, aksen baja serta dinding batu bata yang dibiarkan telanjang. Untuk makanannya, restoran yang mampu menampung 50 pengunjung ini, fokus ke menu tapas dengan sentuhan Asia. Idenya: menyediakan makanan untuk berbagi. Restoran ini dilengkapi juga dengan bar dan buka mulai pukul 12:00 hingga 23:00. Untuk akhir pekan, mereka tutup satu jam lebih lama dan hari Sabtu mereka beroperasi dari pukul 18:00.

10 Coleman Street, #01-21/22, Grand Park City Hall; +65/6338-8289; east-8.com; harga makanan mulai dari S$5.

Share this Article


Related Posts

2064 Views

Book your hotel

Book your flight