9 Resor Peselancar di Indonesia

Dari Simeulue hingga Rote, resor peselancar di Indonesia makin fotogenik, atraktif, dan mewah.

Penginapan untuk para peselancar
Akomodasi Cimaja Beach Club berbentuk bungalo yang dilengkapi rooftop deck dan dikepung sawah.

Robert Koke mungkin layak dijuluki “bapak selancar nasional.” Pria Amerika inilah yang pertama kali memperkenalkan olahraga selancar ke Nusantara sekaligus mendirikan pondok peselancar pertama, Kuta Beach Hotel. Akibat Perang Dunia II dan Revolusi Kemerdekaan, aktivitas selancar memang vakum, tapi kemudian memasuki babak baru pada 1970-an. Dalam kurun inilah sejumlah lokasi dan pondok selancar bermunculan. Bill Boyum menemukan G-Land di Alas Purwo, sementara Kevin Lovett berhasil menggapai Nias. Di awal dekade berikutnya, Martin Daly menempatkan Mentawai dalam radar dunia.

Sekarang, pondok selancar bertaburan di Indonesia, persisnya di pesisir yang menghadap Samudra Hindia. Dari Simeulue hingga Rote, mereka berdiri di mana ombak datang. Perkembangan menarik berikutnya terlihat pada 1990-an. Menyadari mayoritas pondok peselancar hanya berbentuk lodge sederhana, sejumlah investor mengerek resor mewah demi menjala segmen premium. Berikut sembilan contohnya.

Cimaja Beach Club
Dede Suryana, salah satu ekspor terbaik Sukabumi, adalah alasan di balik melambungnya pamor Cimaja sebagai destinasi selancar. Dari belasan resor yang bertaburan di sini, Cimaja Beach Club masuk kategori yang termewah. Properti butik milik keluarga ini menawarkan penginapan berbentuk bungalo yang dilengkapi rooftop deck dan dikepung sawah. Restorannya menghidangkan aneka masakan, mulai dari beetroot salad hingga ikan dabu dabu. Cimaja Beach Club berlokasi di antara titik selancar Cimaja Point and Indicators. Jaraknya sekitar 16 menit berkendara dari Pelabuhan Ratu. Cimaja, Cikakak, Sukabumi, Jawa Barat; 0821-2531-8846; cimajabeachclub.com.

Penginapan untuk para peselancar
Kiri-kanan: Joyo’s Surf Camp terletak di Taman Nasional Alas Purwo, beberapa langkah dari Pantai G-Land, yang dikenal sebagai tempat berselancar; seorang turis tampak sedang duduk menikmati pemandangan. (Foto: Johannes P. Christo)

Joyo’s Surf Camp
Dari empat resor di Taman Nasional Alas Purwo, hanya Joyo’s Surf Camp yang menawarkan kesempatan menginap satu malam (resor tetangga minimum tiga malam). Joyo’s Surf Camp berlokasi di tepi Pantai Plengkung, bagian dari Teluk Grajagan yang lebih populer dengan nama G-Land. Resor ini menampung bungalo-bungalo yang disebar di lahan rindang, ditambah sebuah restoran megah yang dilengkapi meja biliar. Musim ombak terbaik berlangsung dari Juli hingga Agustus, sementara dari Desember hingga Maret seluruh resor di sini cuti beroperasi akibat hujan dan serangan nyamuk ganas. Ada tiga cara untuk menjangkau Joyo’s Surf Camp. Pertama, naik mobil dari Bandara Banyuwangi menuju Pos Pancur, disambung mobil off-road milik resor. Kedua, naik speedboat dari Pantai Jerman, Kuta. Ketiga, naik helikopter dari Bali dan mendarat persis di helipad di muka resor. Pantai Plengkung, Banyuwangi, Jawa Timur; 0361/4754-230; g-land.com.

Penginapan untuk para peselancar
Salah satu vila di Desa Limasan, resor yang dikelola oleh ayah dari peselancar terkenal Marlon Gerber. (Foto: Atet Dwi Pramadia)

Desa Limasan
Kompleks rumah Jawa ini didesain oleh peselancar dan didedikasikan bagi peselancar. Kisahnya dimulai pada 2009 saat tiga selebriti selancar—Rizal Tandjung, Marlon Gerber, dan Bruce Irons—melawat Pacitan dan menemukan Pantai Watu Karung.  Ketiganya menjajal ombak di sana, dan media mengabadikan mereka. Aksi Bruce bahkan sempat terpampang pada sampul majalah Waves dan Surf. Desa Limasan berdiri di bibir Watu Karung, sekitar tiga jam dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Surfer village ini dikelola oleh Roman Gerber, mertua Rizal Tandjung yang juga ayah Marlon Gerber. Resor ini menampung vila-vila berdesain limasan yang dipenuhi ornamen khas Jawa, mulai dari kursi becak hingga lampu kerek. Banyak figur kondang pernah menginap di sini, termasuk Kelly Slater dan Gerry Lopez. Dusun Ketro, Pacitan, Jawa Timur; 0813-3231-6459; desalimasan.com.

Baca juga: 8 Resor Tersembunyi di 8 KabupatenDestinasi Paling Bersinar di Jawa Timur

Penginapan untuk para peselancar
Kiri-kanan: Interior salah satu vila di Whales & Waves, resor yang berlokasi di pesisir barat Sumbawa Barat; seorang tamu peselancar di Whales & Waves. (Foto oleh: Putu Sayoga)

Whales & Waves
Di lahan seluas 2,2 hektare, Whales & Waves menampung empat vila dan enam kamar yang disebar di padang rumput. Wujudnya atraktif sekaligus janggal: kombinasi antara kamp safari Afrika, rumah tropis, dan kediaman Bilbo Baggins. Resor ini bersemayam di tepi Desa Kertasari, sentra ombak yang dijuluki K-Land. Di sekitarnya terdapat sembilan titik untuk mengendarai ombak. Fasilitasnya antara lain jet ski, lapangan voli, area yoga, gelanggang skateboard, hingga restoran bertubuh bambu yang menyajikan hidangan dalam presentasi modern—kemewahan yang masih langka di Sumbawa Barat. Desa Labuan Kertasari, Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat; 0821-4466-6777; whales-and-waves.com.

Comments