8 Vila Privat di Bali

Digerakkan oleh bisnis kenduri dan diburu pemuja intimasi, vila-vila independen bertaburan hampir di seantero Bali, bahkan di lokasi klandestin yang luput dari radar GPS. Namanya kerap janggal, desainnya eksperimental, dan servisnya personal. Inilah alternatif penginapan yang menjanjikan varian kejutan.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Irene Iskandar

Kolam renang melebur dengan bangunan utama Villa Frangipani yang bergaya kontemporer.

Villa Frangipani
Bukit Pandawa punya mimpi kolosal untuk menyaingi Uluwatu. Jaringan kakap sekaliber Hilton, Mandarin Oriental, dan Raffles berencana menancapkan kukunya di sini. Sebuah padang golf kabarnya juga bakal dilansir dalam waktu dekat. Namun jauh sebelum investasi merek-merek global itu mengucur, sebuah vila berhasil mencuri start dengan menduduki lokasi terbaik.

Frangipani bersarang di lokasi yang dramatis: puluhan meter di atas patung lima pangeran dari kisah Mahabharata, di bibir tebing semampai yang tegar menatap Samudra Hindia. Vila butik privat ini merupakan bagian dari kompleks Gapura Vista, properti yang didedikasikan bagi mereka yang mendambakan hunian nyaman berdurasi lama.

“Kami tidak akan memasarkan vila ke pasar massal. Kami berusaha untuk lebih selektif,” ujar pemilik Frangipani, Robbert van der Maas, mantan General Manager Grand Hyatt Bali. “Konsepnya merujuk model komunitas gaya hidup kontemporer Batu Jimbar di Sanur.”

Di atas lahan seluas 1.400 meter persegi, sedikit lebih lapang dari The Bulgari Villa, Frangipani menampung kolam renang sepanjang 26 meter, empat kamar tidur yang tersebar di dua lantai, serta jacuzzi yang memandang batas cakrawala. Tamunya dilayani oleh lima staf, termasuk koki telaten Franky Alexander. Vila ini bukan semata ruang menyepi atau meditasi. Bangunannya dilengkapi sistem audio Bose yang impresif. Speaker disebar ke sudut-sudut kebun dan kolam renang, kadang diselipkan di antara rumput rimbun layaknya ranjau.

Frangipani bisa kapan saja disulap menjadi area pesta yang gemuruh—dan tamu tak perlu membawa iPod untuk melakukannya. Tembang-tembang populer sejak era The Beatles hingga Lady Gaga tersimpan rapi di sebuah telepon genggam yang sekaligus berfungsi sebagai remote audio.

Fasadnya putih dengan sentuhan kayu. Lampu-lampu gantungnya mengingatkan kita pada restoran veteran Birdcage di Jakarta: bohlam kuning dalam sangkar burung. Arsitektur Frangipani memang mencerminkan gaya Bali kontemporer yang marak beredar. Tapi vila ini juga punya sentuhan budaya yang memisahkannya dari tren massal. Interiornya terasa hidup berkat kehadiran beragam ornamen antik, kuno, juga langka, mulai dari peti berusia 200 tahun hingga mahkota logam asal Guilin. Mayoritas pajangan merupakan hasil perburuan Nina, istri Robbert, yang memiliki intuisi seorang kurator. Menginap di sini kadang serasa mengikuti tur di Museum Pasifika.

Gapura Vista Residences, Jl. Pura Melang Kelod, Banjar Pantigiri, Desa Kutuh, Bukit Pandawa; 0361/846-8513; mulai dari $1.950, minimum 2 malam, mencakup sarapan untuk 12 orang dan transfer bandara. Jumlah kamar: 4. Luas lahan: 1.400 meter persegi.



Comments

Related Posts

14543 Views

Book your hotel

Book your flight