7 Festival Cahaya 2018

Pertunjukkan lampu pada salah satu gedung saat Vivid Sydney berlangsung. (Foto; Karina Anandya)

Seiring perkembangan teknologi laser dan video mapping, festival cahaya pun makin marak dan kreatif. Berikut tujuh festival cahaya yang layak didatangi untuk pengalaman wisata yang tak terlupakan.

DestinAsian Indonesia
Di tahun keenamnya, Lux Light Festival Wellington bakal hadir dengan konsep yang makin matang.

Lux Light Festival Wellington (18-27 Mei)
Selandia Baru yang biasanya dikenal dengan wisata alamnya ternyata juga bisa bersolek dengan cahaya artifisial. Festival yang tersebar di lima distrik di Wellington CBD ini telah berjalan selama enam tahun. Selain instalasi cahaya, Lux Light Festival Wellington juga menyediakan beragam aktivitas untuk anak di bawah 15 tahun, salah satunya adalah kelas membuat instalasi cahaya sederhana dari barang bekas. lux.org.nz.

DestinAsian Indonesia
Salah satu instalasi di Vivid Sydney tahun lalu. (Foto: Karina Anandya)

Vivid Sydney (25 Mei-16 Juni)
Tiap tahunnya saat musim dingin, Sydney mengadakan kolaborasi acara musik dan instalasi cahaya terbesar sejagat. Tahun ini, sebagai peringatan satu dekade diadakannya festival kelas dunia yang selalu berhasil menghipnotis ratusan ribu orang tersebut, pemerintah New South Wales menjanjikan bakal menghadirkan konsep yang lebih megah. Seperti episode-episode sebelumnya, perayaan dipusatkan di Sydney Harbour, dengan Sydney Opera House sebagai bintang utamanya. Mulai jam 6 sore hingga tengah malam—selama hampir tiga minggu, kurang lebih ada ratusan instalasi seni berpendar yang disebar di landmark dan gedung ikonis kota. vividsydney.com.

DestinAsian Indonesia
Instalasi Phosphene by Praxis+ di Singapore Night Festival.

Singapore Night Festival (18-26 Agustus)
Singapura juga tak ingin ketinggalan menggelar acara serupa. Setiap tahun pada pertengahan hingga akhir Agustus, kawasan Bras Basah dan Bugis bakal bertransformasi layaknya tempat perayaan musim panas. Kali ini, Singapore Night Festival akan hadir pada 18-26 Agustus dan mulai dibuka pukul 19:30 hingga tengah malam. Agendanya menghadirkan instalasi cahaya menarik yang bakal ditembakkan pada fasad Singapore Art Museum dan National Museum of Singapore. Selain diramaikan dengan pertunjukan lampu, musik, tarian dan karya seni tiga dimensi yang spektakuler, ajang juga menampilkan kios-kios makanan di Hawker Food Alley dengan beragam pilihan jajanan setempat. nightfestival.sg.

DestinAsian Indonesia
Warna-warna menarik yang ditembakkan ke gedung-gedung ikonis Berlin.

Berlin Illuminated (5-14 Oktober)
Selama sepuluh hari, beberapa landmark kota Berlin seperti Brandenburg Gate dan Berlin Cathedral juga bakal dihiasi proyeksi cahaya hingga video.  Namun, sedikit berbeda dengan festival lampu lainnya, Berlin Illuminated juga menawarkan paket LightSeeing Tour untuk menjelajahi gemerlap kota menggunakan kendaraan yang telah disediakan. Terdapat beberapa jenis perjalanan, mulai dari menggunakan bis wisata, kapal, limousine, kereta kuda, hingga balon udara. Harga dibanderol antara 14 Euro sampai 160 Euro. festival-of-lights.de.

DestinAsian Indonesia
Instalasi Blob the Bulb, karya Dirk van Poppel + Jan Fabel + Erwin Steijlen di festival Glow Eindhoven.

Glow Eindhoven (10-17 November)
Bakal menjadi episode ke-13, tahun ini, festival lampu internasional yang rutin diselenggarakan di Eindhoven, Belanda ini digadang-gadang bakal menghipnotis 800.000 pengunjung. Sama seperti festival pada umumnya, Glow Eindhoven juga menampilkan puluhan karya memukau dari para seniman lokal dan internasional. gloweindhoven.nl.

DestinAsian Indonesia
Instalasi karya Ai Wei Wei sepanjang 7 kilometer.

Amsterdam Light Festival (29 November 2018 -20 Januari 2019)
Konon, festival lampu ini masuk daftar tiga besar festival terbaik di Eropa. Kurang lebih setahun sebelum acara, Amsterdam Light Festival rutin membuka pendaftaran bagi siapa saja yang ingin mengirimkan karya mereka. Tahun lalu, ajang ini berhasil menerima ratusan karya dengan pendaftar yang terdiri dari desainer, arsitek dan seniman dari 35 negara. Namun, hanya 40 karya saja yang lolos seleksi. Salah satunya adalah instalasi seni mengapung sepanjang 7 kilometer karya Ai Wei Wei. amsterdamlightfestival.com.

DestinAsian Indonesia
Instalasi menakjubkan karya kelompok seniman Fête des Lumières Lyon. (Foto: Ville de Lyon)

Fête des Lumières Lyon (7-11 Desember)
Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara yang diselenggarakan di Lyon, Prancis ini berhasil menawarkan instalasi asli yang mengejutkan. Pasalnya tiap tahun para desainer, seniman, arsitek, seniman grafis, seniman visual dan komunitas teater berkumpul serta berkolaborasi untuk memamerkan karya masing-masing. Tahun lalu, tim festival ini mengadakan kerja sama dengan asosiasi LUCI, Cluster Lights dan Lyon Light Festival Forum. fetedeslumieres.lyon.fr.

Comments