6 Tempat Kongko di Bali 2018

Bali seakan tak pernah berhenti memberikan alasan untuk kembali lagi. Selalu ada yang baru di Pulau Dewata, mulai dari destinasi wisata hingga tempat kuliner. Berikut enam wadah kongko anyar yang baru dibuka pada 2018.

Mason jadi tempat kongko baru di Canggu yang siap memikat pengunjung dengan menu-menu kaya cita rasa.
(Foto: Karina Anandya)

Oleh Karina Anandya dan Yohanes Sandy

Mason
Dalam beberapa tahun terakhir, Canggu tak lagi hanya dikenal sebagai sentra peselancar. Area ini kian bertransformasi menjadi salah satu destinasi wajib kunjung di Bali. Setelah COMO Uma Canggu dan La Brisa, kini kawasan trendi ini kedatangan tempat kongko anyar milik Brett Hospitality Group—yang juga menaungi Fishbone Local.

Dinamai Mason, restoran berkapasitas 100 tamu ini digarap serius oleh desainer Kevin Ho. Mengadopsi gaya minimalis yang melebur beragam elemen alam seperti batu dan kayu dengan sentuhan baja dan beton untuk mengedepankan nuansa modern.

Untuk menunya, pemilik Mason yakni Dominique Brett, Isabella Rowell, Brant Bauer dan Ben Cross mendatangkan koki asal Australia, Nathan Sasi untuk meracik beragam sajian yang lezat dan menyenangkan bagi segala usia. Koki yang juga bekerja di beberapa restoran populer di Sydney, Nomad dan Mercado ini menggunakan bahan-bahan berkualitas yang diproses dengan saksama untuk menghasilkan hidangan terbaik.

Sang koki menjanjikan hidangan laut dan daging, yaitu barramundi fillet hingga daging kambing yang dimasak dengan teknik slow-cooked. Makan malam ditutup dengan aneka kue dan sorbet segar. Pastikan Anda mencoba wood fired bread pudding-nya yang tersohor. Selain itu, Mason juga menawarkan koleksi wine dan koktail. Jl. Pantai Batu Bolong No.39a, Canggu; masonbali.com.

The Rosé Social didominasi nuansa pink dengan payung-payung dan bantal duduk empuk. (Foto: Karina Anandya)

The Rosé Social
Meski mungil, Anda tak akan merasa kesulitan menemukan lokasi The Rosé Social. Pasalnya, tempat kongko ini berada tepat di halaman depan Vin+ Seminyak. Untuk mengaksesnya, pengunjung cukup menggunakan tangga yang juga merupakan jalur langsung menuju bar. Masih berada di bawah jaringan restoran wine tersebut, The Rosé Social—sesuai namanya—menghadirkan aneka racikan minuman dari wine rosé.

Menghadirkan suasana khas St Tropez yang santai, terbuka dan intim, bar bernuansa pink tersebut memang hanya menyediakan beberapa area duduk. Tersedia aneka pilihan rosé terbaik baik lokal dan mancanegara, yakni anggur dari Chateau D’Eclans di Prancis, Villa Maria dari Selandia Baru, dan Mateus dari Portugal yang telah dikurasi oleh sommelier Vin +, Andre Don Sasongko. Selain itu, kelab yang buka dari pukul 12:00 hingga 00:00 ini juga menawarkan menu tapas, seperti prawn cocktail, smoked salmon, hingga pumpkin tortellini. Jl. Kayu Jati No.1, Seminyak.

Baca juga: Wisata Kuliner: Sehari di SanurSanggingan, Jalur Kuliner Ubud

Furnitur Tropicola Bali bergaya klasik dengan warna-warna ceria.(Foto: Karina Anandya)

Tropicola
Tropicola sepertinya solusi ideal bagi mereka yang sudah bosan dengan keramaian Seminyak namun terlalu malas untuk ke Canggu. Tropicola berdiri di antara dua kawasan tersebut. Menempati lahan yang dulunya milik Mozaic Beach Club di Pantai Batu Belig.

Tropicola merupakan proyek terbaru dari Mexicola Group. Interiornya mengusung desain klasik era 1980-an yang khas dengan warna-warna cerah seperti merah, biru, dan kuning. Berdasarkan siaran persnya, ide desainnya dipetik dari wadah-wadah kongko di Miami di era disko.

Tropicola menaungi tiga bar yang disebar mengelilingi dua kolam renang. Menu minumannya diciptakan oleh Denny Deluca Del Paso, peraih gelar World Fair Bartending Tour 2012. “Minuman di Tropicola berkarakter buah, segar, dan penuh warna,” ujar Denny. Pria yang sempat berkarier di Bondi, Sydney tersebut juga menggunakan bahan-bahan asli Indonesia guna menciptakan koktail berkarakter distingtif.

Untuk urusan makanan, kualitas menu di Tropicola tak usah diragukan lagi. Menunya merupakan karya dari Steve Skelly, koki asal Inggris yang juga merupakan otak di belakang Mexicola dan Da Maria. Menu andalannya adalah hidangan yang diproses menggunakan oven berbahan bakar kayu, seperti piza, steik, dan burger. Jl. Pantai Batu Belig, Kuta; tropicola.info.

Comments