5 Restoran Atraktif di Kemang

  • Traffic light; terbuat dari vodka dan ginger ale.

    Traffic light; terbuat dari vodka dan ginger ale.

  • Cumi goreng tepung dengan penyajian unik.

    Cumi goreng tepung dengan penyajian unik.

  • Ruang duduk di Dia.lo.gue Artspace.

    Ruang duduk di Dia.lo.gue Artspace.

  • Bloody Mary dengan penyajian unik.

    Bloody Mary dengan penyajian unik.

  • Seorang pelayan membawakan minuman untuk tamu di Colonial.

    Seorang pelayan membawakan minuman untuk tamu di Colonial.

  • Interior Colonial Jakarta.

    Interior Colonial Jakarta.

  • Rossana, bidan dibalik kelahiran masakan rumahan di Mamma Rossy.

    Rossana, bidan dibalik kelahiran masakan rumahan di Mamma Rossy.

  • Filetto alla ligure, ikan dori panggang yang direndam wine.

    Filetto alla ligure, ikan dori panggang yang direndam wine.

  • Ruang makan di Mamma Rossy yang lapang.

    Ruang makan di Mamma Rossy yang lapang.

  • Bartender di YOLO Public House sedang meracik minuman.

    Bartender di YOLO Public House sedang meracik minuman.

  • Hidangan di YOLO Public House.

    Hidangan di YOLO Public House.

  • Interior YOLO Public House didominasi bahan kayu.

    Interior YOLO Public House didominasi bahan kayu.

  • Ikan dori goreng disajikan dengan kentang goreng.

    Ikan dori goreng disajikan dengan kentang goreng.

  • Interior Penny Lane dengan jendela besar.

    Interior Penny Lane dengan jendela besar.

  • Interiornya mengadopsi pernak-pernik manis.

    Interiornya mengadopsi pernak-pernik manis.

Click image to view full size

Industri restoran di Kemang seolah tak mengenal kata jenuh. Gerai jatuh bangun, tapi massa terus merangsek hampir tiap akhir pekan dan memacetkan jalan-jalan cupet di sini. Berikut lima tempat unik di sentra hangout Jakarta Selatan.

Oleh Reza Idris

Bloody Mary dengan penyajian unik.

Colonial Cuisine & Molecular
Eksperimen-eksperimen laboratorium yang dipraktikkan penganut gastronomi molekuler berhasil merombak cara kita memandang, memahami, dan mengonsumsi makanan. Apa yang terjadi jika tradisi tersebut diterapkan pada minuman? Pemain baru dalam industri F&B di Jakarta, Grup Trigun Andrawina, menjawabnya lewat Colonial Cuisine & Molecular. Di restoran bergaya Inggris 1930-an ini, babak baru dalam dunia koktail Indonesia dimulai. Di bawah pimpinan kepala bartender Arif Richard, para peracik melabrak pakem konvensional dalam menciptakan minuman yang menggoda indra-indra manusia. Satu contoh, bloody mary. Koktail legendaris ini disajikan di atas sendok hingga terlihat mirip menu pembuka. Contoh lainnya, traffic light, minuman berwujud agar-agar cherry liqueur dan galliano, yang disajikan dalam gelas shooter berisi vodka dan ginger ale.

“Kami ingin memberikan pengalaman minum yang baru bagi tamu,” ungkap Rakesh Kapoor, Direktur F&B Colonial. Makanan di Colonial tak kalah serius. Menggunakan pengalaman bekerja di Riva dan L’Atelier de Joel Robuchon, koki Zulkarnaini Dahlan meramu menu-menu eklektik yang terinspirasi tradisi kuliner Prancis, India, dan Indonesia. Dahlan memakai pendekatan sous vide, teknik yang dikembangkan oleh George Pralus, di mana bahan makanan dibungkus plastik kedap, lalu dimasak dengan suhu panas yang terkontrol. Salah satu karyanya yang wajib dicicipi adalah Atlantic cod, ikan kod yang direndam dalam ginger soyu, lalu disajikan dengan ebiko, jamur shimeji, edamame, dan saus prem Jepang.Jl. Pangeran Antasari No.36, Lippo Mall Kemang UG-OD-11; 021/2905-6891; colonial-jakarta.com; menu utama mulai dari Rp85.000



Comments

Related Posts

46572 Views

Book your hotel

Book your flight