5 Hotel Bagi Pencinta Lingkungan

Hotel ramah lingkungan bisa berada di mana saja, baik di tengah hutan maupun jantung kota. Berikut lima contohnya di Asia Tenggara.

Bangkok Tree House
Dari setiap reservasi kamar, hotel butik ini berjanji akan memungut satu kilogram sampah dari Sungai Chao Phraya. Selama tiga tahun pertama sejak beroperasi pada 2011, sudah 2.319 kilogram sampah yang dienyahkannya. Penginapan berisi 12 kamar ini berlokasi di pulau hijau Bang Krachao yang kerap dijadikan sarana berlibur warga Bangkok. Fasilitasnya antara lain kolam renang bebas bahan kimia, ruang publik tanpa AC, dan restoran dengan lampu bertenaga sinar mentari. www.bangkoktreehouse.com; doubles mulai dari $125. 

Six Senses Con Dao
Resor di Kepulauan Con Dao, Vietnam, ini mengambil sejumlah inisiatif guna mengatasi persoalan sosial di sekitarnya. Bersama otoritas taman nasional, mereka menciptakan suaka bagi konservasi dugong. Dari penjualan Crystal Water di resor, 50 persen keuntungan dipakai untuk menciptakan sistem air bersih di sekolah. Menyadari sekitar 10 orang di Con Dao tewas akibat tenggelam per harinya, resor ini membuka pelatihan renang bagi anak-anak. www.sixsenses.com; doubles mulai dari $580.

Siloso Beach Resort
Resor di Sentosa ini meminimalisasi penggunaan plastik, memakai bohlam hemat listrik, dan menawarkan kolam renang berisi air dari mata air natural—fenomena langka di Singapura. Siloso pernah menyabet penghargaan Singapore Environmental Achievement Award dan Singapore Sustainability Award. Resor berisi 182 kamar dan 12 vila ini juga memiliki sertifikat eco hotel dari TÜV Rheinland dan Singapore Environment Council. www.silosobeachresort.com; doubles mulai dari $150.

Kiri-kanan: Kamar nyaman di Borneo Rainforest Lodge; sarapan di Danum Valley.

Borneo Rainforest Lodge
Penginapan ramah lingkungan ini dirancang sebagai basis penjelajahan Lembah Danum, salah satu hutan dataran rendah terluas dan paling asri di Asia Tenggara. Tamu menginap di pondokan-pondokan kayu yang bertaburan di samping sungai dan dikelilingi hutan rimbun. Ada banyak tur ke rimba atau sungai yang ditawarkan, dan sebagian keuntungan dari bisnis pariwisata itu dipakai untuk membiayai program-program sosial dan konservasi, termasuk menggaji para jagawana yang merupakan warga asli lokal. Properti yang berlokasi di Sabah ini pernah meraih sejumlah penghargaan di kategori ecotourism, salah satunya dari ajang Malaysia Tourism Awards. www.borneonaturetours.com; doubles mulai dari $746 per orang untuk dua malam, full-board.

4 Rivers Floating Lodge
Awalnya digerogoti pemburu dan penebang liar, kawasan rindang Koh Kong di Kamboja kini berkembang menjadi destinasi bagi pencinta lingkungan. Selain Rainbow Lodge, akomodasi di sini yang mengusung semangat “hijau” adalah 4 Rivers Floating Lodge. Resor premium berisi 12 tenda ini terkoneksi oleh dek berbahan kayu daur ulang. Semuanya bertaburan di sungai dan didekap oleh rimbunnya hutan. Tur-tur ke desa dan hutan yang ditawarkan oleh pengelola hotel menawarkan alternatif sumber kehidupan bagi warga sekitar sekaligus mereduksi bisnis perambahan hutan. www.ecolodges.asia; doubles mulai dari $203.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Jun 2014 (“Hotel Hijau“)

Comments