5 Fakta Tentang Airbus 350

Airbus 350 yang digadang bakal menjadi primadona di dunia aviasi.

Industri penerbangan terus berkembang. Pesawat kini lebih irit bahan bakar, berkapasitas lebih besar, serta memiliki sistem hiburan yang semakin canggih. Setelah Boeing sempat mencuri perhatian dengan tipe 787 Dreamliner, kini giliran Airbus yang ramai dibicarakan berkat pesawat tipe 350 mereka. Ini lima alasan mengapa Airbus 350 (A350) menjadi topik hangat belakangan ini.

1. Ruang penumpang lebih lega
Dengan 70 persen bahan kerangka yang lebih ringan, Airbus berhasil membangun pesawat dengan bodi lebar namun ringan. Hasilnya, kursi penumpang pun lebih luas dan nyaman dibanding pesawat jenis lain. Satu pesawat A350 mampu menampung 250-300 penumpang. Kursi kelas bisnis mengusung ukuran yang lebih lapang, namun bukan berarti kenyamanan penumpang kelas ekonomi dikorbankan. Kursi kelas ekonomi A350 milik Singapore Airlines misalnya, memiliki luas 18 inci serta legroom yang mencapai 32 inci. Konfigurasi sama juga diaplikasikan di armada milik Qatar Airways. Langit-langit yang tinggi juga membuat penumpang tak perlu menunduk saat bangkit dari tempat duduk.

2. Konsumsi bahan bakar lebih efisien
Mesinnya menggunakan Rolls-Royce Trent XWB yang mampu menghemat bahan bakar hingga 25 persen. Selain itu, jika pesawat biasa mengusung delapan tangki bahan bakar, A350 hanya menggunakan tiga saja sehingga bobot pesawat bisa lebih ditekan. Konsumsi bahan bakarnya pun irit, sehingga daya jelajahnya menjadi lebih panjang. Ini berarti, kesempatan maskapai untuk merebut pasar rute jarak jauh pun terbuka lebar. Satu kali mengisi bahan bakar, A350 mampu mengarungi jarak 8.000 mil laut lebih atau 2,5 kali penerbangan antara New York dan London. Belum lagi kekuatan mesinnya yang setara dengan kekuatan 68 mobil Formula 1.

3. Kabin lebih canggih
Kabin yang lebih canggih membantu mengurangi efek buruk perjalanan jauh, seperti jetlag, dehidrasi, serta kulit kering. Sistem sirkulasi udara Honeywell memungkinkan udara di dalam kabin untuk berganti setiap tiga menit sekali sehingga kesegaran dan kelembapan udara terjaga. Selain itu, kabin A350 juga dilengkapi dengan lampu LED yang mampu menciptakan 16 juta warna sesuai dengan mood sekitarnya. Dengan metode ini kondisi tubuh diharapkan dapat menyesuaikan dengan keadaan di destinasi tujuan sehingga efek jetlag bisa dikurangi. Jendela kabin juga didesain lebih besar serta sistem kedap suara yang lebih mumpuni dibandingkan tipe terdahulu maupun saingannya.

4. Sistem hiburan lebih mumpuni
Dalam urusan hiburan di dalam pesawat, maskapai yang menggunakan A350 jor-joran dalam menghadirkan yang terbaik bagi penumpang. Qatar Airways misalnya, menghadirkan sistem hiburan terbaru yang mengoleksi lebih dari 2.000 pilihan hiburan mulai dari film box office hingga serial televisi favorit. Seluruhnya ditampilkan dalam layar sentuh beresolusi tinggi dari Thales Avant. Bahkan di kabin kelas bisnis, penumpang dimanjakan dengan headphone bersuara tiga dimensi untuk kepuasan menonton film. Sementara Singapore Airlines memilih menggandeng Panasonic guna menghadirkan monitor lebar beresolusi tinggi serta sistem hiburan canggih yang memungkinkan penumpang untuk memilih film, lagu, serta siaran televisi yang akan dinikmati sebelum naik ke pesawat menggunakan aplikasi khusus. Tentunya sekarang penerbangan jauh tak terasa membosankan lagi.

5. Masa depan dunia penerbangan
Boeing mungkin merebut perhatian dengan armada 787 Dreamliner-nya, namun A350 tetap menjadi primadona. Dengan harga Rp3 triliun per unit, pesawat ini menawarkan banyak hal yang membuat maskapai senang, sebut saja konsumsi bahan bakar irit, bodi ekstra luas (kapasitas lebih besar), dan teknologi canggih. Sejauh ini rekor pemesan terbesar dipegang oleh Qatar Airways dengan jumlah pesanan 80 unit, kemudian diikuti oleh Singapore Airlines dengan 63 unit, dan Finnair sebanyak 19 unit.

Comments