40 Tempat & Acara di Bali Pilihan Warga Lokal

Mendukung pemulihan Bali, kami meminta selusin warganya menuturkan tempat dan acara favorit mereka, sekaligus mengingatkan kita kenapa pulau ini selalu menarik dikunjungi kembali.

Kiri-kanan: Interior kedai Sensa Koffie (Foto: Johannes P. Christo); karya Young Artist di Agung Rai Museum of Art (Foto: Putu Sayoga)

KOPI

Referensi dari Prissa Imanto, guru bahasa Inggris yang juga petualang kuliner.

Sensa Koffie
Kedai ini menjajakan kopi-kopi single origin Indonesia. Pemiliknya, Vito Adi, merupakan pakar kopi yang kerap menjabat juri kontes barista. Selain koleksi kopinya, alasan lain Prissa menyukai Sensa (sensakoffie.com) adalah interiornya yang nyaman dan senantiasa dipenuhi aroma kopi hasil sangrai.

Simply Brew
“Favorit saya di sini adalah apple cider coffee,” ujar Prissa. “Rasanya segar dan cocok untuk diminum di tengah teriknya Bali.” Simply Brew, kedai yang beralamat di Sanur, dikelola oleh Vivi Sofia, satu dari sedikit wanita yang berpredikat SCAE Authorized Trainer. Kedai dua lantai ini juga merupakan wadah kongko favorit remaja Sanur.

Kopitoko
Bentuknya mungil dengan gaya minimalis khas Jepang. Di bagian mukanya tersedia jendela untuk pemesanan coffee-to-go. Kopitoko, kedai yang bersarang di Jalan Pantai Sindu, lebih mirip tempat ngopi rahasia warga lokal. “Tempat ini juga pet-friendly,” tambah Prissa. “Cocok untuk rehat usai mengajak peliharaan jalan-jalan di pantai.”

Pawai ogoh-ogoh. (Foto: Agung Parameswara)

TRADISI

Referensi dari Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur; Ketua Bali Recovery.

Perang Pandan
Dalam perang ini, kaum pria bertarung menggunakan senjata daun pandan berduri. Tradisi yang disebut Mekare-kare ini berlangsung di Desa Tenganan, Karangasem. Ritual ini, kata Gusde Sidharta, ditujukan sebagai penghormatan kepada Dewa Indra yang dikenal pula sebagai Dewa Perang.

Pawai Ogoh-ogoh
Sehari sebelum Nyepi, hari suci di mana seluruh laku profan dihentikan, warga Bali menggelar arak-arakan patung ogohogoh. “Ogoh-ogoh merupakan representasi karakter Bhuta Kala,” jelas Gusde Sidharta. Ibarat Halloween versi Bali, pawai ini berlangsung dibanyak desa dan diikuti oleh semua kalangan.

Pengerebongan
“Selama prosesi, banyak penyungsung pura kesurupan,” ujar Gusde Sidharta. Dalam kondisi itu, mereka berteriak histeris, menari-menari, dan layaknya aksi debus massal, menusukkan keris ke dada. Bukan tontonan yang cocok bagi mereka yang berjantung lemah. Pengerebongandigelar delapan hari setelah Hari Raya Kuningan dan dipusatkan di kompleks Pura Petilan Kesiman, Denpasar.

SENI

Referensi dari Yudha Bantono, penulis, kurator, penyelenggara acara seni dan budaya di Bali.

Museum Neka, Puri Lukisan, dan ARMA
Trio museum ini, kata Yudha, penting didatangi untuk mengenal seni lukis di Bali. Museum Neka (museumneka.com) didirikan oleh Suteja Neka; Agung Rai Museum of Art (armabali.com) oleh Agung Rai; Museum Puri Lukisan (museumpurilukisan.com) oleh Tjokorda Gde Agung Sukawati.

Griya Santrian Art Gallery
Galeri ini aktif menggelar pameran. “Berbagai perkembangan seni rupa dari seniman Bali dan nasional selalu dihadirkan setiap bulannya,” ujar Yudha. Griya Santrian Art Gallery (santrian.com) bersemayam di kompleks Hotel Griya Santrian, Sanur.

Bentara Budaya Bali
Bentara Budaya (bentarabudaya.com), lembaga kebudayaan milik Kompas Gramedia, hadir di Bali pada 2009. “Ruang publik ini tergolong aktif dalam menyelenggarakan pameran, pergelaran, dan diskusi,” jelas Yudha.

Comments