4 Tempat Wisata Menarik di Nagoya

Akhir 2016, surat kabar Japan Times menulis Nagoya sebagai “kota yang paling menjemukan di Jepang.” Empat tempat berikut bisa menawar reputasi miring itu.

Kiri-kanan: Purwarupa SCMaglev di SCMaglev & Railway Park; beberapa replika kereta Jepang, mulai dari lokomotif uzur hingga kereta bermesin canggih.

Teks & foto oleh Karina Anandya

Scmaglev & Railway Park
Bersama bendera dan bahasa, kereta bisa dibilang merupakan alat pemersatu Jepang. Nyaris tiap pelosok negeri ini telah terkoneksi oleh rel. Berkat pencapaian itu pula Jepang mengekspor teknologi perkeretaapiannya ke banyak negara, termasuk Indonesia.

SCMaglev & Railway Park, museum milik Central Japan Railway Company, didirikan untuk merekam prestasi membanggakan itu. Kompleks megah yang diresmikan pada 2011 ini memamerkan antara lain diorama jalur rel di seantero Negeri Sakura, simulator kereta, aneka lokomotif uzur bermesin uap, hingga purwarupa sepur canggih di masa depan, salah satunya kereta maglev (magnetic levitation) yang rencananya diluncurkan pada 2027. Memanfaatkan gaya “tolak-menolak” magnet untuk mengangkat gerbong setinggi 10 sentimeter, maglev sanggup mengurangi gesekan dengan rel sekaligus memacu lajunya hingga 600 kilometer per jam, jauh lebih cepat dari mobil Formula 1. Di tahap awal, kereta peluru ini akan melayani rute Tokyo-Nagoya. museum.jr-central.co.jp.

Honmaru Palace di kompleks Nagoya Castle. (Foto: Guide to Japanese Castle)

Nagoya Castle
Bangunan elok ini didirikan oleh keluarga Tokugawa sebagai benteng pertahanan dari serangan Osaka. Uniknya, desainnya justru mirip kastel milik musuhnya, Osaka Castle, lengkap dengan dua patung emas berbentuk ikan mistis di atapnya.

Selama lebih dari empat abad berdiri, Nagoya Castle sudah berulang kali terbakar dan ringsek, termasuk di masa Perang Dunia II. Dalam proyek renovasi terakhir, yang masih bergulir sejak 2009, struktur cagar budaya ini diperkokoh agar lebih tahan gempa. Sayang, penambahan tangga di samping kastel cukup mengganggu autentisitasnya.

Interior Nagoya Castle kini difungsikan layaknya museum. Dalam sayap bangunan Honmaru Goten misalnya, terpajang secara kronologis beragam artefak, lukisan, serta senjata warisan keluarga pendiri Tokugawa. Menuju lantai paling atas kastel, tamu bisa bersantai menikmati panorama kota Nagoya serta berbelanja suvenir Golden Shachihoko (ikan ajaib berkepala harimau) yang menjadi simbol kebanggaan Nagoya Castle. nagoyajo.city.nagoya.jp.

Baca juga: Melawan Penurunan Populasi Lewat SeniDestinasi Wisata Baru di Selatan Tokyo

Kiri-kanan: Diorama kuil di Legoland Japan, dua maskot Legoland siap menyambut setiap pengunjung yang datang.

Legoland Japan
Diresmikan pada April 2017, taman bermain ini menambah daya tarik Nagoya untuk segmen keluarga, termasuk mengikis reputasinya sebagai kota yang paling membosankan di Jepang. Bagi turis Indonesia, Legoland Malaysia tentu saja berjarak lebih dekat, tapi Legoland Japan punya tawaran yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Dalam tujuh zona tematik, kompleks gigantik ini mengoleksi 40 atraksi yang dirakit dari 17 juta balok Lego. Tur dimulai di zona Factory yang membeberkan sejarah dan kiprah Lego, disusul Knight’s Kingdom yang menampung istana dan sejumlah wahana roller coaster. Di area Bricktopia, tamu cilik bisa mengasah kreativitas merakit Lego, lalu berpindah ke Driving School untuk mengendarai mobil. Legoland Japan juga memiliki Legoland Hotel, Sea Life Nagoya, serta pusat kuliner dan suvenir Maker’s Pier. Magnet utamanya ialah Miniland yang menyerupai TMII versi Jepang. Dalam zona atraktif ini terpajang 10 tempat dan bangunan ikonis Jepang yang semuanya disusun dari Lego, contohnya Nagoya Castle, Gunung Fuji, serta Tokyo Tower dan Skytree. legoland.jp.

Kiri-kanan: Replika model BX di Toyota Commemorative Museum of Industry & Technology; Model AA Toyoda yang pernah dikendarai Presiden Soekarno.

Toyota Commemorative Museum of Industry & Technology
Jauh sebelum menjadi produsen mobil terbesar sejagat, Toyota ternyata bermula dari pabrik pemintalan benang buatan inovator ulung bernama Sakichi Toyoda. Sejarah panjang itulah yang diabadikan dalam Toyota Commemorative Museum of Industry & Technology.

Selain mempelajari sosok Sakichi Toyoda dan putranya, Kiichiro, yang merintis pabrik otomotif, tamu bisa melihat serangkaian mobil legendaris, contohnya Truck G1 (model perdana Toyota) hingga Model AA Toyoda yang pernah dikendarai Presiden Soekarno. Tentu saja, tamu juga bisa menjawab teka-teki tentang kisah nama Toyota. Ternyata nama ini sengaja dipilih pihak pendiri karena mereka enggan menggunakan nama klan Toyoda sebagai nama perusahaan. tcmit.org.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Januari/Maret 2019 (“Tawar Jemu”).

Comments