4 Hotel Urban di Kuala Lumpur

Objek wisata di Kuala Lumpur tak banyak bertambah, tapi hotelnya kian menggugah. Berikut empat di antaranya.

Lobi Alila Bangsar di lantai 41 The Establishment.

Oleh Karina Anandya

Alila Bangsar
Dibuka Mei 2018, Alila Bangsar adalah city hotel ketiga dalam keluarga Alila, setelah cabang Pecenongan dan Solo. Dibandingkan seniornya, satu hal yang mengejutkan ialah pilihan lokasinya. Alila Bangsar bersemayam di Jalan Ang Seng, persis di seberang rel, di antara Brickfields dan Little India. Sebuah alamat yang berjarak dari pusat keramaian turis sebenarnya.

Khas Alila, permainan desain menjadi daya tariknya. Hotel yang didesain oleh Lyndon Neri dan Rossana Hu ini menghuni lantai 35 hingga 43 gedung The Establishment. Eksteriornya dilapisi bilah-bilah kayu yang disusun vertikal, sementara interiornya bergaya minimalis yang sarat elemen kayu. Kontras dari banyak tetangganya yang tampil banal, sosok hotel yang trendi tampak menonjol.

Memasuki lobinya yang bertengger di lantai 41, tamu disambut lounge yang menyajikan panorama Bangsar. Di banyak area, penetrasi cahaya natural memberi kehangatan. Menuju kamar, tamu akan melewati lorong-lorong yang dicetak lebar. Alila Bangsar menampung 143 kamar berukuran 38 hingga 252 meter persegi.

Hotel ini juga menampung dua restoran. Restoran Botanica + Co meramu masakan khas lokal seperti nasi lemak dan mee mamak, sementara Entier menyuguhkan hidangan Prancis kreasi Masashi Horiuchi, mantan sous-chef L’Atelier de Joel Robuchon di London. alilahotels.com.

Hotel Stripes Kuala Lumpur punya rooftop bar yang berada dekat kolam renang.

Hotel Stripes Kuala Lumpur
Fasadnya dihasilkan dari tafsir kreatif atas sejarah. Syahdan, di ujung abad ke-19, banyak rumah kayu di Jalan Kamunting diganti menjadi bangunan bata. Terinspirasi transformasi itu, Hotel Stripes melapisi wajahnya dengan kombinasi bata dan jendela kayu khas ruko Melayu.

Hotel ini tercantum dalam kelompok Autograph Collection, lini Marriott yang memadukan keunggulan jaringan hotel waralaba dan keunikan hotel butik. Interiornya dihuni 184 kamar. Sejalan dengan tampilannya yang bernuansa lawas, tiap kamar dihiasi foto hitam putih Kuala Lumpur tempo dulu. Konsekuensi dari desain fasadnya pula, jika ingin melihat panorama dari jendela kamar, tamu mesti mengintip melalui celah di antara bata.

Tempat paling fotogenik di sini ialah Brasserie 25, restoran yang menyerupai cellar berbahan bata. Pesaingnya ialah kolam renang rooftop di dekat bar atraktif berdesain terbuka. Dari teras di lantai puncak pula, tamu bisa menyaksikan KL Tower yang terpisah sekitar 1,5 kilometer. Stripes juga menawarkan akses mudah ke sejumlah ruang kongko nokturnal, salah satunya Joloko. stripeskl.com.

Area kolam renang di The Kuala Lumpur Journal.

The Kuala Lumpur Journal
Dalam bisnis hotel butik, Bukit Bintang merupakan medan yang sangat kompetitif. Beragam properti dengan beragam tawaran unik bertaburan di sini. Tapi The Kuala Lumpur Journal sepertinya punya aset yang memadai untuk bersaing.

Hotel yang beroperasi sejak Desember 2015 ini menempati bangunan 11 lantai. Di lobinya, The KL Journal menjamu tamu dengan permainan desain yang artistik: dinding gelap, partisi besi, serta mebel retro. Menuju lantai puncak, bertengger sebuah bar bercorak Palm Springs yang didominasi warna jambon, lengkap dengan kolam panjang yang dikelilingi kursi bergaya lawas. Berada di sini, tamu seolah terlempar ke era 80-an. Fasilitas unggulan lain hotel ini ialah Workers Union, ruang serbaguna bergaya industrial yang bisa difungsikan sebagai ruang kerja, rapat, serta pesta privat.

The KL Journal menaungi tiga kategori kamar. Dilandasi pemahaman atas selera kontemporer, tiap kamarnya dilengkapi antara lain mesin Nespresso, speaker JBL nirkabel, serta TV layar datar 40 inci dengan saluran Netflix. kljournalhotel.com.

Area berisi beragam kamera di Gold3 Boutique Hotel.

Gold3 Boutique Hotel
Konsepnya terinspirasi pengalaman sang pendiri bertualang ke penjuru bumi. Baginya, dua hal vital dalam tiap perjalanannya ialah penginapan dan kamera. Gold3 Boutique Hotel dirancang sebagai kombinasi harfiah dari keduanya.

Sesuai namanya, hotel ini dibubuhi banyak sentuhan warna emas. Tapi daya tarik utamanya ialah dekorasinya. Di area resepsionis misalnya, terpajang hiasan dinding yang disusun dari puluhan kamera dan rol film. Tamu kerap lebih dulu memotret ketimbang check in. Terbiasa meladeni tindakan itu, staf resepsionis sigap menunduk agar tidak masuk bingkai.

Gold3 terletak di Kawasan Segitiga Emas Kuala Lumpur. Lokasinya digemari penggemar belanja. Hotel ini bertetangga dengan banyak mal, termasuk Pavilion Kuala Lumpur, Lot 10, Fahrenheit88, dan Low Yat Plaza. Yang terakhir ini berjarak hanya lima menit berjalan kaki dari hotel.

Hotel ini memiliki delapan kategori kamar untuk menampung beragam jenis turis, mulai dari pengelana solo, pasangan, hingga turis keluarga. Area tidurnya relatif sempit, tapi setidaknya kamar mandinya cukup lega. Khusus para pencinta kamera, hotel ini memiliki museum mini yang memperlihatkan evolusi kamera secara kronologis. gold3hotel.com.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi April/Juni 2019 (“Hunian Urban”).

Comments