4 Hotel Baru di Bandung

Mengunjungi dan mengulas empat hotel baru di Kota Kembang.

Kolam renang di Crowne Plaza Bandung.

Teks & foto oleh Yohanes Sandy

InterContinental Bandung Dago Pakar
Lokasi adalah aset terbesarnya untuk memikat tamu. Beralamat di dataran tinggi Dago Pakar, hotel ini menyuguhkan panorama kota dan perbukitan, serta menawarkan akses mudah untuk menjangkau banyak sentra hangout terpopuler di Bandung.

InterContinental Bandung terletak di dekat Mountain View Golf Club, sedikit di atas Marbella Suites. “Ini hotel bisnis dengan nuansa resor,” ujar Nike April, Communications Manager. Melihat konsep hotelnya, definisi itu mungkin bisa dibaca terbalik: “resor dengan nuansa hotel bisnis.”

InterContinental Bandung menyuguhkan desain yang cukup memikat: gedung 16 lantai bergaya minimalis modern yang ditumpuk tiga bangunan berbentuk kontainer di atapnya. Fasadnya yang berwarna abu-abu terlihat kontras dari alam sekitarnya yang dipenuhi pohon rindang. Hotel ini dirancang oleh Aedas, firma bergengsi yang pernah menangani Hotel Indigo Hong Kong dan Langham Place Guangzhou.

Total tersedia 206 kamar dan suite. Interior kamar terasa elegan dan hangat berkat kehadiran banyak materi kayu. Kamar mandinya dialasi tegel bercorak batu alami dan dilengkapi bathtub yang menatap panorama di luar.

Seluruh kamar tidak dilengkapi balkon. Sebagai gantinya, Aedas menyematkan day bed di pojok ruangan yang didesain kantilever. Bisnis penginapan di Dago Pakar didominasi oleh vila privat, dan InterContinental Bandung menangkap peluang tersebut dengan menawarkan 19 vila. Seluruh vila tidak dilengkapi kolam renang, tapi setidaknya terdapat taman privat dan teras.

Kiri-kanan: Kamar mandi menjadi daya tarik tersendiri di InterContinental Dago Pakar; kolam renang di InterContinental Dago Pakar yang menyajikan pemandangan memikat.

Khusus segmen MICE, hotel ini menawarkan fasilitas yang mumpuni: ballroom berkapasitas 1.700 tamu dan enam ruang rapat yang masing-masingnya berdaya tampung 25-100 delegasi. Karena Dago Pakar adalah destinasi pernikahan yang populer, InterContinental Bandung menyuguhkan sebuah aula yang didesain mirip kapel, ditambah sebidang lahan untuk kenduri terbuka di dekat kolam renang. “Biasanya lahan ini dipakai untuk resepsi outdoor atau tempat outbound,” tambah Nike.

Hotel yang beroperasi sejak 31 Juli 2015 ini memiliki dua restoran, salah satunya Damai yang menyuguhkan menu internasional racikan Mahesa Nugraha, mantan koki Padma Bandung. “Menu yang laris-manis di sini adalah angus beef steak,” ujar Nike. Jl. Resor Dago Pakar Raya 2B, Resor Dago Pakar; 022/8780-6688; ihg.com; doubles mulai dari Rp1.800.000.

Kiri-kanan: Desain interior kamar yang berbeda; kamar tipe French di Summerbird Hotel.

Summerbird Bed & Brasserie
Summerbird adalah sebuah testimoni atas karakter Bandung sebagai kota kreatif yang menghargai desain. Hotel yang beroperasi sejak 1 November 2015 ini menawarkan hanya 27 kamar. Dari segi kelas, kamarnya terdiri dari tiga tipe: standard, superior, dan deluxe. Tapi dari segi desain, kamarnya terbagi ke dalam empat tema: vintage, French, rustic, dan Scandinavian.

Desainnya digarap serius. Arsitek Martin Kandany bermain-main dengan banyak ornamen dan perabot guna menciptakan visual yang atraktif. Kamar tema French misalnya, mengusung desain feminin lewat mebel berwarna lembut dan sentuhan bunga. Sementara tipe rustic kental dengan nuansa industrial berkat penggunaan materi kayu mentah dan dinding polos tanpa cat. Masuk ke lantai dua, kita akan menemukan ruang membaca yang dirancang menyerupai restoran. Layaknya sebuah hotel butik, Summerbird memiliki keleluasaan untuk mengeksplorasi desain.

Kamar dengan gaya barn di Summerbird.

Penginapan ini terletak di lingkungan yang masih sepi. Lokasinya sedikit tersembunyi, namun tidak terlalu sukar dilacak. Summerbird bermukim di dekat Hilton Bandung, tak jauh dari sentra kuliner Paskal Hyper Square. “Bangunan ini dulunya rumah,” ujar Ellis Lee, staf Summerbird. “Fasadnya dipertahankan, namun isinya kami bongkar untuk dijadikan area lobi dan restoran. Tempat Anda menginap di belakang adalah bangunan baru.”

Kata Ellis lagi, Summerbird tidak mengandalkan fasilitas wah untuk memikat tamu, melainkan “pengalaman menginap dengan kearifan lokal.” Mungkin karena masih baru, hotel ini masih harus giat berbenah untuk menunjukkan kearifan lokal tersebut. Pelayanannya kerap kurang cekatan dan koneksi internetnya tidak stabil. Jl. Ksatriaan 11; 022/6030-228; summerbirdhotel.com; doubles mulai dari Rp500.000.

Comments